Sembilan Tahun Bersamamu adalah hal yang "Terindah" dalam Hidupku

2년 전

Jum'at, 27 July 2018 saya tertantang untuk berpartisipasi pada kontes KHANZAYUMIDI yang disponsori oleh @khanza.aulia @naufal @yuyuart @hamidi103 beberapa waktu lalu. Disini saya tidak bercerita bagaimana awal dan akhir kisah saya dan dia sebagai mantan. Terlalu banyak hal indah untuk diceritakan selama 9 tahun perjalanan kasih diantara kami. Dimulai 25 September 1995 hingga November 2004 di bandara Sukarno Hatta saksi bisu diantara kami. Jadi saya hanya menulis bagaimana isi hati dan perasaan saya selama bersama dan berpisah dengan dia yang terindah.

Image

"How are you my ex lovely? May you still take care of my place in your heart ... "

Teruntuk Kamu, Mantan Terindah yang Sudah Membuatku Susah untuk menerima yang lainnya

Yang telah kau ukir disetiap pahatan batu kasih kita sungguhlah indah. Ukirannya benar-benar tidak tergerus oleh waktu

Melupakan "mantan terindah" tidak semestinya dilakukan, bagaimana bisa kita melupakan sesuatu yang "indah". Apalagi, jika dia yang pergi dari sisimu adalah yang paling sempurna. Dia cantik, pintar, penyabar, punya selera humor tinggi, dan selalu bisa jadi lawan bicara yang menyenangkan.

Meski tak lagi bersama, segala kenangan tentang dia tak bisa begitu saja hilang dan mungkin takkan pernah bisa hilang dari ingatan. Dia punya tempat tersendiri dalam hatimu, yang sampai kapan pun mungkin tidak akan pernah ada yang sepertinya.

Hai kamu, mantan terindahku, masihkah ada aku dihatimu yang pernah singgah dalam hidupmu?

Pertemuan yang tidak pernah kita duga. Tetapi aku dan kamu bisa merajut kasih lewat cara-cara yang sederhana.

Walaupun tinggal di kawasan yang sama, kita adalah dua insan yang tidak saling mengenal sebelumnya. Namun, sebuah pertemuan yang tidak diharapkan memaksa kita untuk mencuri-curi pandangan, engkau titip tanya pada temanmu dan aku malu-malu menunggu isyarat dari temanmu untuk berkenalan dengan kamu wahai yang "terindah" yang pada akhirnya kita saling bertukar no telepon tanpa saling berjabat tangan dan jadi penanda kedekatan kita selanjutnya atau "PDKT" kata mereka.

Awalnya, menerima telepon darimu terasa canggung bagiku. Tapi harus diakui, kamu memang piawai mencairkan suasana. Berdua, kita bisa bicara tentang apa saja. Mulai dari Band-band Pop dan Slow Rock yang jadi favoritku, hingga novel-novel fiksi yang kamu gilai menjadi titik awal hubungan kita.

Aku yang lebih dulu jatuh cinta, karena jauh hari sebelum kita bertemu tanpa kamu sadari aku sudah menanyakan perihal tentangmu dan akhirnya dipertemukan dan seiring waktu kita sepakat untuk menjalin hubungan kasih.

Kita mantap untuk pacaran dan segala yang terjadi terasa begitu sempurna. Sejak awal jadian hingga tahun demi tahun terlewati, kita punya keyakinan yang sama tentang masa depan. Bersamamu, aku membayangkan kelak bisa duduk berdampingan di pelaminan. Hidup bersama dan jadi sepasang suami istri sampai maut memisahkan.

Kebersamaan kita rasanya tanpa cela, meskipun akhirnya kita harus menerima bahwa hubungan yang dijalani tak bisa bertahan selamanya

Kamu adalah energi bagiku dan sumber kebahagiaanku dalam melewati hari-hari. Dan aku yakin, kamu pun merasakan hal yang sama. Hubungan yang kita jalani rasa-rasanya tanpa cacat maupun cela. Orang lain yang melihat kebersamaan kita pun selalu berpendapat sama. Ya, sikap dewasa yang menjadikan hubungan kita minim drama. Setiap ada masalah yang mengganjal, kita akan berusaha menyelesaikannya dengan sedikit humor dan bicara.

Wahai yang Terindah, "Back Street" adalah status yang harus kita jalani selama 9 tahun.

Sayangnya, sebuah hubungan memang tak hanya melibatkan kita berdua. Tanpa restu keluarga, memaksa untuk bersama rasanya terlalu sia-sia. Mengabaikan keluarga hanya demi kebahagiaan kita juga terkesan egois. Di titik ini, kedewasaanlah yang akhirnya menuntun kita untuk menerima. Meskipun terasa menyakitkan, menyerah jauh lebih bijaksana daripada bersikeras untuk bersama. Dan kamu memilih untuk mengejar cita-cita ke Negeri Kincir Angin, Netherland.

Terpuruk jiwa ini tanpa kehadiranmu yang biasa menemani hariku. Berpisah denganmu seperti seseorang yang kehilangan sendal, langkah kakiku terasa berat saat melangkah

Patah hati atau putus cinta akan selalu datang seiring dengan rasa sakitnya. Jika biasanya selalu ada kamu yang menemani hari-hariku, kini aku harus siap menjalani segala sesuatunya sendiri. Bohong jika aku tidak merasakan sepi setelah kamu pergi. Memikirkan perpisahan kita membuatku seperti kapal tanpa sang nahkoda.

Aku kehilangan sebagian cahaya hidupku, bahkan sandaran hidupku. Tanpa kamu, hidup rasa-rasanya kehilangat semangat juang untuk dijalani. Tidak ada tempatku berbagi keluh kesah. Tanpa kamu yang bahunya selalu siap jadi tempatku bersandar di kala lelah.

Cinta dan sayang yang aku miliki takkan hilang dalam sekejap mata. Butuh waktu untuk berdamai dengan kenyataan.

Sesakit apapun sebuah perpisahan, tak ada pilihan selain menerima. Karena ingin berusaha sekuat apa, toh kita memang tak lagi bisa bersama. Sayangnya, perasaan bukanlah tisu sekali pakai yang bisa dibuang setelah selesai. Rasa cinta dan sayang yang sekian lama kita punya takkan hilang digerus sang waktu.

Tapi, waktu biasanya jadi pilot dari segala kerisauan hati. Mungkin, aku hanya butuh lebih banyak waktu untuk menyendiri. Merenungi keadaan dan segala yang terjadi tak sesuai harapan. Kesepian dan kesendirian bisa jadi mengajarkanku tentang arti ikhlas dan merelakan.

Rasa nyaman saat bersamamu tak bisa ditukar dengan apapun juga. Sulit rasanya menemukan pendamping baru yang seperti kamu

Nyaman adalah satu-satunya yang aku rasakan saat bersamamu. Hubungan kita tak pernah dipenuhi drama-drama khas pasangan muda yang kadang membuatnya terasa melelahkan untuk dijalani. Denganmu, aku bisa jadi diriku sendiri. Tak perlu susah payah demi terlihat sempurna di depanmu. Apa adanya diriku, segala baik dan buruk sifatku bisa kamu terima.

Meski putus kali ini terasa sangat meyakinkan, aku menyadari bahwa kelak sakit hatiku akan sembuh sendiri. Dan bukan tak mungkin aku akan menemukan orang lain dan cinta yang baru lagi. Tapi, adakah yang seperti kamu? Adakah orang lain yang bisa aku cintai sebesar cintaku untukmu? Apa ada yang bisa membuatku merasa benar-benar nyaman dalam sebuah hubungan, selain kamu?

Semakin aku berusaha melupakanmu, semakin kamu tidak bisa hilang dari ingatanku

Ketika cerita kita harus menemui akhirnya, aku dipaksa kuat untuk melanjutkan hidupku sendiri. Sekuat tenaga aku berusaha mengubur ingatan tentangmu. Ingatan dan kenangan yang “haram” dipelihara karena semakin mengingatnya akan membuatku semakin lemah.

Sayangnya, sekeras apapun aku berusaha, melupakan segala tentang kamu jelas tak mudah. Sengaja kuhapus lagu-lagu yang dahulu biasa kita dengarkan bersama. Tak sekalipun aku berniat mampir atau bahkan sekadar lewat warung makan favorit kita berdua. Memeriksa aktivitasmu di lini masa Facebook maupun Twitter pun tak sekali-kalinya aku lakukan. Tapi kenapa semakin keras berusaha, aku justru semakin mengingatmu?

Memulai hubungan baru tak semudah bayanganku. Aku selalu sibuk mengulang pertanyaan: apa aku bisa bahagia jika kutitipkan hatiku selain kamu?

Sejak dulu aku tak pernah mudah jatuh cinta. Bagiku, perkara menitipkan hati harus matang untuk dipikirkan. Tapi kamu adalah pengecualian. Aku bahkan tak butuh waktu lama untuk percaya hingga akhirnya jatuh di pelukanmu hingga sekian lama. Kamu memang berbeda, tak salah jika kulabeli dirimu sebagai yang paling terindah.

Kamu mungkin tak merasa, tapi kehadiranmu dalam hidupku jelas mengubah banyak hal. Setelah kepergianmu, aku makin perhitungan soal membuka hati. Selain tak mau kecewa dan sakit hati lagi, aku selalu sibuk membanding-bandingkan. Siapapun dia yang mendekat nyatanya pasti kalah telak jika kubandingkan denganmu. Belum ada yang bisa meluluhkan hatiku sehebat kamu.

Tapi aku pun menyadari, kamu tetaplah mantan yang mustahil akan kembali. Kisahku denganmu sudah selesai, tak usah berharap kita bisa seperti dulu lagi.

Kita mungkin melupakan orang itu, tetapi kenangan tinggal di sana selamanya.

As beautiful as any of our stories first, enough everything is just memories. Needless to say, I don't need to keep it tight. After all, you're part of me. You are the most beautiful part of my life's journey. Although you are just a stopover, I accept this fact with a spacious heart. We're done and let's get ready to live the next life.

Sembari memantapkan hati, biarkan aku memberimu tempat tersendiri. Untukmu mantan terindah, yang sampai kapan pun tak akan terganti.

Aku rela jika kenangan tentangmu akan selamanya tinggal dalam ingatanku. Aku rela jika sebagian tempat dihatiku sudah kuberikan untukmu. Entah sampai kapan kamu akan ada di sana, mungkin selamanya karena itu bukan sesuatu yang hina.

Merawat kenangan tentangmu bukan dosa selama aku bisa bijaksana dan tak menyakiti the next my lovely.


"Aku percaya, cinta telah datang dengan aroma dan rasa yang berbeda. Hubungan yang baru ini akan kujaga dengan segenap jiwa raga ini dan setelah kutemukan dia yang jadi pendampingku selamanya."


“Wahai mantan terindah, Semoga kamu pun masih merawat baik-baik tempatku di hatimu dan kamu bisa menjadi sumber kebahagian kepada pendampingmu..amiin”

Terimakasih kepada sponsor dan ide kreatif atas terselanggaranya kontes KHANZAYUMIDI dan di dukung oleh : @naufal @yuyuart @hamidi103 @alaikaabdullah

This post was created using
eSteem Mobile

Hormat saya,

@sanne

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!
STEEMKR.COM IS SPONSORED BY
ADVERTISEMENT
Sort Order:  trending

Congratulations! This post has been upvoted from the communal account, @minnowsupport, by sanne [EU-IND] from the Minnow Support Project. It's a witness project run by aggroed, ausbitbank, teamsteem, theprophet0, someguy123, neoxian, followbtcnews, and netuoso. The goal is to help Steemit grow by supporting Minnows. Please find us at the Peace, Abundance, and Liberty Network (PALnet) Discord Channel. It's a completely public and open space to all members of the Steemit community who voluntarily choose to be there.

If you would like to delegate to the Minnow Support Project you can do so by clicking on the following links: 50SP, 100SP, 250SP, 500SP, 1000SP, 5000SP.
Be sure to leave at least 50SP undelegated on your account.

Congratulations @sanne! You have completed the following achievement on the Steem blockchain and have been rewarded with new badge(s) :

You got more than 50 replies. Your next target is to reach 100 replies.

Click here to view your Board of Honor
If you no longer want to receive notifications, reply to this comment with the word STOP

You can upvote this notification to help all Steemit users. Learn why here!

Congratulations @sanne! You have completed the following achievement on the Steem blockchain and have been rewarded with new badge(s) :

You made more than 6000 upvotes. Your next target is to reach 7000 upvotes.

Click here to view your Board of Honor
If you no longer want to receive notifications, reply to this comment with the word STOP

Do not miss the last post from @steemitboard:

Saint Nicholas challenge for good boys and girls

You can upvote this notification to help all Steemit users. Learn why here!

Congratulations @sanne! You received a personal award!

Happy Birthday! - You are on the Steem blockchain for 1 year!

You can view your badges on your Steem Board and compare to others on the Steem Ranking

Do not miss the last post from @steemitboard:

Are you a DrugWars early adopter? Benvenuto in famiglia!

You can upvote this notification to help all Steem users. Learn how here!

Congratulations @sanne! You received a personal award!

Happy Steem Birthday! - You are on the Steem blockchain for 2 years!

You can view your badges on your Steem Board and compare to others on the Steem Ranking

Do not miss the last post from @steemitboard:

Downvote challenge - Add up to 3 funny badges to your board

You can upvote this notification to help all Steem users. Learn how here!