The Diary Game, Better Life (2 Maret 2021): Mie Ikan Tuna dan Laksamana Keumalahayati

2개월 전

tuna2.jpg


Selamat pagi menjelang siang Steemian. Kemarin saya bersama @riodejaksiuroe membuat janji untuk berjumpa di warung kopi. Agenda utamanya adalah untuk menyerahkan komik Laksamana Keumalahayati yang ingin dipinjam Rio dari saya. Saya jug mendapatkan komik itu dari Jamaluddin Phonna, dan tentu saja Jamal mendapatkan komik itu dari Marcella Zalyanti.

Tuna.jpg

Rio berencana untuk meriset lebih dalam tentang Malahayati untuk keperluan pertunjukan panggung atau teater. Saya sudah memberikan buku yang lain kepadanya juga sebelumnya. Di AMUK (warkop Aneuk Muda Ulee Kareng) ternyata sudah hadir Ustad Junaidi, seorang penulis dan peminat sejarah. Beliau telah menulis dua buku tentang kumpulan peristiwa sejarah di Pidie. Ustad Junaidi penasaran dengan cerita saya bahwa Malahayati hanya dongeng. Klaim ini bukan tanpa dasar, dari beberapa penjelasan teman-teman peneliti, bukti empiris dan sumber primer yang menyatakan bahwa Malahayati eksis, masih diragukan.

tuna5.jpg

Kami mengobrol tentang berbagai hal dalam ruang lingkup sejarah sebelum Ustad Junaidi pamit untuk balik ke kantor karena ada rapat mendadak. Saya bersama Rio pun pindah ke Sagoe Kupi untuk mencari jaringan internet yang lebih kencang. Di sana Rio mengajar murud-muridnya secara daring, sedangkan saya menulis sebuah postingan untuk Steemit, disertai mengerjakan pekerjaan saya sebagai film programming; menonton dan menilai film. Seperti biasa, Rio tiba-tiba mengajukan sebuah ide yang tidak disangka-sangka,

"Kita makan mie ikan tuna yuk!"

"Hah, kita ke Laweung? siang-siang yang panas begini?"

Saya terkejut mendengar ajakan itu. Memang saya kenal dekat dengan Rio serta ide-ide gilanya. Tapi sekarang bukan waktu untuk mengiyakan ajakan itu, karena hari sangat panas hanya untuk ke Laweung yang berjarak 20 KM dari kota Sigli, untuk makan sepiring mie ikan tuna.

"Bukan, mie ikan tunanya ada dijual di Blang Paseh, di warung Keumala"

"Hmm, sebentar, saya pikir dulu"

tuna1.jpg

Akhirnya saya mengiyakan ajakan tersebut. Memang kami sudah lama tidak mengeksplorasi kuliner, alam, dan kampung-kota secara mendadak tanpa direncanakan. Biasanya saat ngopi di Taufik Kopi Sigli, ada-ada saja ajakannya. Misalnya; mandi ke air terjung Beungga (FYI jarak antara kota Sigli ke Beungga itu jauh loh, sekitar 40 km kalau tidak salah, satu jam perjalanan lah). Tapi saya senang karena tidak stuck di kota, pikiran kami bisa fresh.

tuna3.jpg

Hidangan ikan tuna pun dihidangkan. Kami juga memesan air timun dingin, maklum cuaca panas + mie ikan tuna yang pedas sangat cocok disandingkan dengan air timun es. Kerongkongan pasti girang gembira, begitu juga lidah dan perut. Kami lahap dan balik ke rumah masing-masing setelah menghabiskan sepiring mie dan segelas air timun dingin.


tuna4.jpg

Malamnya, saya bermain futsal bersama teman-teman dari pesantren Madrasah Islahiyah Kampung Aree, Delima. Ini untuk mengeluarkan lemak dan karbo yang sudah saya konsumsi sejak tadi pagi. Olahraga penting untuk kelancaran darah dan metabolisme serta regenerasi sel. Saya memang rutin berolahraga untuk menjaga kesehatan tubuh agar bisa beraktifitas dengan sehat setiap hari.


story - Copy.jpg

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!
STEEMKR.COM IS SPONSORED BY
ADVERTISEMENT