The Diary Game Season 3 - Better Life (Kamis, 3 Juni 2021): Mohon Doanya Kepada Steemians Untuk Kesembuhan Si Bungsu Putri Saya

2개월 전

Salam sejati sahabat Steemians. Pagi ini saya terbangun dengan kondisi si bungsu yang drop lagi. Dari semalam si bungsu badannya panas lagi. Istri semalaman harus menjaga si bungsu. Saya sendiri yang memang senasib dengan si bungsu, tidur dan bangun lagi, tidur lagi, bangun lagi karena kebelet pipis dan minum lagi, begitu seterusnya. Rasa-rasanya serasa terbakar di dalam badan saya, panas dan haus. Mungkin itu juga yang di rasakan si bungsu, yang sebentar-sebentar minta minum.

Mata yang masih sepet, tubuh saya yang sudah lunglai, pagi-pagi saya langsung menemani si bungsu karena si bungsu inginnya saya selalu di dekat dia. Istri yang juga kurang tidur segera bebenah rumah, nyuci dan lain-lain. Karena rencananya hari ini kami akan bawa si bungsu ke klinik langganan. Saya takut si bungsu terkena gejala typus atau lainnya. Saya perhatikan si bungsu ceria segar, tapi begitu cepat bisa berubah langsung drop dan panas. Apalagi kalau kecapean langsung drop badannya panas.

IMG_20210603_091751.jpg
Kondisi si bungsu pagi ini, lemah tak berdaya

Pukul 9:30 pagi istri sudah rapi pekerjaannya. Istri segera rapi-rapi bersiap berangkat ke klinik AURI langganan BPJS Kesehatan kami sekeluarga. Saya yang dari dulu cuek dengan penampilan, hanya cuci muka dan langsung mengeluarkan motor. Si sulung sengaja saya larang ikut, karena kami mau kerumah sakit. Demi kesehatan si sulung juga, karena baru kemarin dia drop juga dan baru sembuh. Kami bertiga segera berangkat ke klinik AURI yang jaraknya lumayan jauh juga, sekitar 30 menitan dengan kecepatan sedang. Sampai di sana, saya langsung mengambil nomor antrian sesuai prosedur yang ada. Hari ini sangat banyak pasien-pasien yang antri di klinik tersebut. Dari anak-anak sampai orang dewasa. Saya perhatikan dari percakapan mereka dengan suster di bagian pengecekan pendaftaran, gejala sakitnya sama dengan si bungsu, batuk dan panas. Sayapun berasumsi berarti si bungsu ada kemungkinan terkena radang tenggorokan.

IMG_20210603_103424.jpg
Si bungsu hanya bisa tidur di pangkuan mamahnya

Kami menunggu di panggil oleh dokternya cukup lama. Karena memang sangat banyak yang sudah antri saat kami baru sampai tadi. Pukul 11:45 siang akhirnya nama si bungsu di panggil juga. Kamipun langsung masuk ke ruang praktek. Dan seperti biasa dokter muda juga wanita cantik itu menanyakan perihal sakit si bungsu dan sudah berapa lama. Suhu si bungsu di ukur 37,9°C. Dokter muda nan cantik itu tidak mau mengira-ngira sakit si bungsu. Dia minta kami ke laboratium dulu untuk mengambil darah si bungsu untuk di periksa. Karena menurut beliau, agar bisa tepat dalam pemberian obatnya. Takutnya si bungsu kena gejala typoid. Karena jam sudah pukul 12 siang, dan dokternya harus pulang, kami di minta untuk datang lagi besok pagi, sekalian memeriksa hasil lab periksa darah si bungsu. Untuk menjaga si bungsu badannya panas tinggi, dokter hanya memberikan resep obat penurun panas saja.

Kamipun langsung ke laboratium. Dan bu dokter yang sedang dinas segera mengambil darah si bungsu. Si bungsu yang memang sudah terlihat lemah, hanya pasrah menerima suntikan untuk di ambil darahnya di lengannya. Lalu karena memang sudah jam istirahat, kami di minta datang lagi jika ingin mengambil hasil lab nya setelah jam istirahat selesai yaitu sekitar pukul 13 siang. Sayapun segera mengajak istri pulang saja karena si bungsu sudah loyo pucat. Sampai di rumah si bungsu minta roti dan Alhamdulillah di makan meskipun hanya setengahnya. Dan setelah itu si bungsu minta minum, tidur, bangun minta minum begitu seterusnya.

Pukul 13:30 siang saya balik lagi ke klinik untuk mengambil hasil lab nya. Si sulung ingin ikut dengan ayahnya. Seperti biasa si sulung selalu bilang haus jika jalan bersama ayahnya dan minta di belikan es kelapa. Padahal baru juga jalan beberapa puluh meter dari rumah.

IMG_20210603_135916.jpg
Si sulung beli es kelapa

Sampai di klinik sangat sepi, pintu gerbang sudah di tutup. Sayapun memutar masuknya lewat pagar samping khusus parkir UGD. Dokter Lab sudah tahu niat kami dan segera memberikan hasil lab si bungsu. Saya mencoba tanya ke suster jaga untuk bertemu dokter cewek tadi, ingin memberikan hasil lab nya, tapi kata ibu suster, dokternya sudah pulang. Besok pagi baru datang. Saya di minta besok pagi saja datangnya jika sudah ada janji dengan ibu dokternya.

IMG_20210603_233333.jpg
Hasil lab cek darah si bungsu

Saya dan si sulung segera berangkat lagi. Kali ini saya mau mampir ke kantor dulu. Untuk konsultasi ke pak Manager mengenai kondisi si bungsu dan sekalian minta ijin besok pagi ingin mengantar si bungsu lagi ke klinik, karena harusnya besok pagi jadwal saya masuk kerja. Pak Manager mengerti dan paham kondisi saya dan saya di persilahkan mengaturnya sebaik mungkin agar si bungsu bisa di urus dengan baik. Saya hanya takut si bungsu di suruh menginap di rumah sakit, jadi lebih baik saya lapor dulu langsung ke pak atasan saya. Dan oleh pak Manager saya di suruh berkoordinasi ke om @chimot23 yang merupakan pak Leader kami, agar bisa di atur kelengkapan personilnya untuk besok yang menggantikan sementara posisi saya. Saya berharap besok baik-baik saja tanpa harus si bungsu di rawat di rumah sakit.

Sampai dirumah lagi, kondisi si bungsu masih lemah tak berdaya. Si bungsu hanya bisa tiduran saja. Tahu ayahnya pulang, si bungsu minta di temani ayahnya terus sampai malam. Pukul 20 malam cuaca yang hujan, si bungsu seperti mau terkancing mulutnya, saya pegang badannya sangat panas. Saya segera mengambil air es untuk mengkompress badan si bungsu dengan kain. Saya dan istri langsung memberikan obat penurun panasnya juga. Istri tampak panik. Tapi saya minta tetap tenang. Beberapa menit kemudian badan si bungsu mulai turun dan stabil lagi. Barulah saya ganti kompresan airnya dengan air hangat, agar pori-pori kulit si bungsu terbuka mengeluarkan panas tubuhnya. Alhamdulillah si bungsu mulai keluar keringat yang banyak dan suhu tubuhnya sudah stabil adem. Giliran saya yang kepalanya terasa sangat sakit luar biasa. Karena saya harus standby jagain si bungsu gantian dengan istri, saya harus tetap tegar menahan sakit kepala. Untunglah masih ada stok obat sakit kepala paramex, dan saya langsung makan 2 butir. Lumayan sakit kepala saya berangsur-angsur reda.

IMG_20210603_193231.jpg
Kondisi si bungsu malam ini yang seperti menahan sakit kepalanya

Demikianlah kisah keseharian saya di hari Kamis, 3 Juni 2021 dari pagi hingga malam hari yang bisa saya abadikan dalam jejak digital di blockchain Steemit ini. Semoga bermanfaat. Saya mohon maaf jika ada tulisan-tulisan saya yang masih kurang sempurna dalam tata bahasanya.

Salam bahagia

About me

My Channel Youtube: https://m.youtube.com/channel/UCY4V70hzWFbekTuPI2G661g

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!
STEEMKR.COM IS SPONSORED BY
ADVERTISEMENT
Sort Order:  trending

SteemSEAcurator


SELAMAT

Postingan anda telah mendapat kurasi secara manual dari akun komunitas @steemseacurator.
Terimakasih telah berpartisipasi dalam komunitas Steem SEA

Kami akan sangat berterimakasih jika anda bersedia mendelegasikan Steem Power (SP) anda untuk kemajuan komunitas Steem SEA ini

Salam hangat
herimukti

Link pintas untuk delegasi:
100SP 200SP 500SP 750SP
1000SP 1500SP 2000SP 2500SP 3000SP

·

Terima kasih

Semoga dek Hilya cepat sembuh dan bisa beraktivitas seperti biasa..

·

Aamiin. Terima kasih bang atas doa dan perhatiannya.

·
·

Sama-sama bang🙏🙏

Semoga anaknya cepat sembuh mas.

·

Aamiin bu, Alhamdulillah kata dokternya aman, cuma radang biasa saja dan di berikan obat radang. Terima kasih bu 😊😊😊.

Postingan ini telah dihargai oleh akun kurasi @steemcurator08 dengan dukungan dari Proyek Kurasi Komunitas Steem.

Selalu ikuti @steemitblog untuk mendapatkan info terbaru.

@ernaerningsih.

·

Terima kasih banyak atas supportnya.