Potensi Menulis di Media Massa |

2개월 전

01.jpg


Oleh Ayi Jufridar

KETIKA menulis di media massa, seorang penulis berhadapan dengan dua hal; terbatasnya ruang dan waktu. Kedua aspek ini harus diperhatikan sebelum menyiapkan tulisan untuk media massa. Aspek ruang menyangkut panjang pendeknya tulisan, sehingga penulis dituntut untuk memerhatikan space yang tersedia dan menyesuaikannya tanpa mengabaikan kekuatan pesan bagi pembaca.

Sedangkan waktu berkaitan dengan isu tertentu dan timing yang tepat. Banyak tulisan bagus tidak bisa ditayangkan karena timing-nya kurang sesuai (sudah berlalu atau masih terlalu dini). Jadi, harus memerhatikan waktu yang tepat kapan mengirim tulisan ke media dengan isu tertentu. Biasanya, ada momen khusus yang bisa dimanfaatkan untuk membuat artikel/opini tertentu. Misalnya, hari guru, hari pendidikan nasional, hari ibu, hari anak, hari kebebasan pers internasional, dan sebagainya.

Potensi media massa

Pertumbungan media massa—terutama online—saat ini berkembang pesat. Perkembangan ini tidak diimbangi dengan kualitas dan kuantitas tulisan yang memadai. Tidak heran jika para penulis yang meramaikan media utama (mainstream) sebagian besar adalah penulis yang itu-itu juga.

Ini memang data lama. Menurut catatan Sudarman (2008), dengan jumlah media cetak di Indonesia (Dewan Pers, 2001) sebanyak 564 dan rata-rata satu media membutuhkan 3-5 tulisan dari penulis lepas. Maka hitungannya:

305 surat kabar harian x 5 tulisan = 1.525 tulisan. Berarti 1.525 x 30 hari = 45.750 tulisan.

132 tabloid x 3 tulisan per edisi = 396 tulisan. Berarti 396 x 4 pekan per bulan = 1.584 tulisan.

127 majalah mingguan x 4 tulisan = 508 tulisan. Berarti 508 x 4 edisi = 2.032 tulisan.

45.750 tulisan koran + 1.584 tulisan tabloid + 2.032 tulisan majalah = 49.366 tulisan per bulan!!!

Itu baru jumlah tulisan di media cetak saja dan data di atas tahun 2001 akhir. Dewan Pers belum merilis data terbaru jumlah media cetak yang sudah mati syahid sampai April 2021. Tapi dalam setahun terakhir ini, lahir banyak sekali media online yang membutuhkan artikel berkualitas.

Pada 2014, jumlah media cetak di Indonesia 567 media. Ditambah media penyiaran dan siber 1.771 di seluruh Indonesia. Berapa tulisan yang dibutuhkan?

Booming media online bisa dimanfaatkan untuk menghadirkan tulisan berkualitas yang bisa menjadi referensi banyak kalangan. Untuk itu, dibutuhkan ketekunan, disiplin, dan jaringan agar bisa menembus media massa, terutama yang dikonsumsi oleh banyak pembaca.




Jenis tulisan

Media massa menyediakan ruang yang luas bagi pembaca di luar tulisan yang dihasilkan jurnalis/penulis mereka sendiri. Ada rubrik yang disedikan untuk menampung tulisan dari luar. Misalnya:

  1. Opini; Di surat kabar, rubrik opini setiap hari ada, kecuali hari minggu yang digantikan dengan artikel sasta dan budaya.
  2. Artikel; esei, tips, catatan perjalanan, tulisan kuliner, resensi (buka, film, pementasan drama, dll), psikologi, ulasan olahraga, dan sebagainya. Setiap media memiliki rubrik khas yang dikirim dari penulis luar.
  3. Fiksi: cerpen, cerita bersambung, dan puisi. Di koran, rubrik fiksi biasanya dimuat pada hari Minggu, dan ada sebagian kecil surat kabar pada hari Sabtu.
  4. Tulisan kuliner: Sekarang ulasan mengenai kuliner menempati space khusus di media, baik cetak maupun online. Beberapa media menerima artikel tentang kuliner dari penulis luar. Apalagi, ada beberapa media yang mengangkat kuliner khas Nusantara yang tidak dipahami wartawan atau editor di satu media. Kuliner di Indonesia sangat unik, masih banyak sekali yang belum diketahui publik.
  5. Laporan destinasi pariwisata juga artikel menarik, apalagi bagi media gaya hidup. Informasi yang hanya diperoleh dari internet akan seragam yang tidak menarik, tidak eksklusif. Kalau mendatangi langsung destinasi wisata dan memberi catatan personal, pasti akan berbeda dengan tulisan di internet disertai foto-foto dengan angle menarik. Sambil liburan, bisa mendapatkan uang juga.

Nah, banyak sekali potensi yang bisa dikembangkan di media massa. Kalian bisa mengasah keterampilan menulis di platform ini, dengan banyak Steemians yang bisa mengoreksi. Selamat mencoba!


02.jpg

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!
STEEMKR.COM IS SPONSORED BY
ADVERTISEMENT