The Diary Game [April 2, 2021] A Long Breakfast |

지난달

01.jpg
Menu sarapan di nasi guri Simpang Asmi Jalan Merdeka depan SPBU. Dendeng plus rendang.


Pagi ini aku memutuskan untuk sarapan di nasi guri Simpang Asmi yang ada di depan SPBU atau di samping kanan BNI Lhokseumawe. Aku suka dendeng dan rendang di sini. Nasi gurinya pun sedap dan tidak terlalu berminyak.

Aku datang lumayan pagi, tetapi sudah banyak orang di sana. Tak heran kalau sekitar pukul 10:00 terkadang sudah kosong nasi di sana. Harganya kupikir juga tidak terlalu mahal dibandingkan dengan namanya yang melegenda!

Kejutannya, aku berjumpa dengan Teuku Anawar Haiva di sana, salah satu tokoh masyarakat Kota Lhokseumawe yang pernah menjadi anggota DPRK, Pengurus KONI, dan Ketua Majelis Adat Aceh Kota Lhokseumawe.


02.jpg
Sering padat merayap di sini.


Kami berdiskusi banyak hal, mulai dari pendidikan, politik, sampai olahraga. Soal pendidikan, Cut Wan—panggilan akrab Teuku Anwar Haiva oleh beberapa orang—adalah Ketua Komite SMA Negeri 1 Lhokseumawe. Dia berkontribusi membantu kemajuan pendidikan di SMA Negeri 1 Lhokseumawe.

Di Aceh, hanya ada dua SMA yang boleh melakukan kelas akselerasi, pertama SMA Negeri 1 Lhokseumawe dan kedua SMA Negeri 1 Bireuen. Di Banda Aceh malah tidak ada SMA yang bisa begitu.


03.jpg
Berjumpa dengan Teuku Anwar Haiva, tokoh Kota Lhokseumawe.


Makanya, baru-baru ini, ada sembilan siswa dari SMA Negeri 1 Lhokseumawe dan SMA Negeri 1 Bireuen yang lulus sekolah hanya dua tahun, tetapi kemudian mereka lulus undangan di sejumlah universitas negeri terkemuka di Indonesia.

Soal olahraga, aku juga bertanya kepada Cut Wan soal calon ketua ESport Indonesia Kota Lhokseumawe. Mulanya, mandate ketua ESI Kota Lhokseumawe itu aku yang pegang. Tapi karena terlalu sibuk, dan aku malas kalau harus meminta uang ke sana ke mari, akhirnya aku mengundurkan diri.

Cut Wan belum menemukan orang yang bisa diserahkan tanggung jawab itu. Ia menyodorkan kriteria, orang yang memimpin ESI Kota Lhokseumawe haruslah yang memiliki wawasan tentang olahraga via internet tersebut.

Selain itu, harus bisa memimpin dan memiliki visi olahraga yang bagus.


04.jpg
Tak bisa membuka Steemit di kantor. Mungkin jaringan yang sedang lelet.


Kami juga menyinggung soal politik, sehingga aku melewati masa sarapan pagi yang panjang. Kalau kemudian Cut Wan harus pulang untuk menjemput anak, mungkin sarapanku bisa lebih panjang lagi.

Aku juga mendapatkan informasi meninggalnya ibu mertua Yah Con dari Cut Wan. Yah Con adalah nama lakap Bang Samsul Bahri, ketua KIP Provinsi Aceh sekaligus mantan dosenku di Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Dialah yang menyaranku dulu melanjutkan pendidikan ketika masih menjadi wartawan Serambi Indonesia. Tapi saran itu tidak kusahuti langsung, tetapi baru belakangan.

Aku memeriksa di beberapa grup,belum ada kabar berpulangnya ibu mertua Yah Con sehingga kuputuskan untuk menyampaikan kabar duka tersebut di beberapa grup, baik kampus maupun grup umum.


05.jpg
Menerima kiriman karikatur dari kawan di Makassar.


Dari sarapan yang panjang, aku baru pulang ke rumah. Aku mandi dan menghubungi mahasiswa Teknik Sipil untuk mengabarkan tidak ada kelas hari ini. Meski tanggal merah, sebenarnya perkuliahan bisa saja digelar karena berlangsung secara online.

Tapi karena aku masih kurang sehat, aku memutuskan untuk mengambil tanggal merah tetsebut dan mahasiswa semuanya setuju. Padahal, aku juga membuka opsi untuk masuk, jika mereka mau.

Mungkin mereka juga jenuh kuliah secara online.


06.jpg


07.jpg
Menu makan malam, beli sop daging di Qaisar.


Di rumah, ketika online, aku membuka akun Steemit, tetapi tidak bisa. Kucoba beberapa kali tetap tidak bisa. Mulanya, kupikir ada masalah dengan jaringan internet. Tapi ketika aku buka website yang lain, tidak ada masalah sama sekali.

Tapi setelah kucoba beberapa kali, akhirnya bisa juga. Aku juga memeriksa akun Indodax untuk melihat beberapa jualanku. Ternyata, ETH yang kujual beberapa hari lalu, sekarang sudah terjual.

ETH ini sebenarnya sayang kujual sekarang karena harganya bisa jadi dua kali lipat dalam beberapa bulan ke depan. Tapi masalahnya, aku butuh uang Rp11,7 juta untuk biaya awal Kak Ami sekolah di SMA Modal Bangsa.

Hari Minggu ini ia mengikuti tes kesehatan, wawancara, tes bahasa Inggris, dan uji baca Quran. Aku yakin Kak Ami bisa mengatasinya. Jadi, aku harus berpikir tentang sisa biayanya.

Semoga ada jalan keluar, ya Allah….[]

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!
STEEMKR.COM IS SPONSORED BY
ADVERTISEMENT
Sort Order:  trending

Postingan ini telah dihargai oleh @steemcurator08 dengan dukungan dari Proyek Kurasi Komunitas Steem.

Ikuti @steemitblog untuk mendapatkan info tentang Steemit dan kontes.

Anroja