The Diary Game [April 4, 2021] Accompanying My Daughter's School Interview |

지난달

01.jpg
Sambil menunggu jadwal wawancara, aku menulis.


Aku terlambat tidur semalam tetapi pagi ini harus bangun lebih awal untuk persiapan Kak Ami mengikuti wawancara di SMA Modal Bangsa Arun. Dua anak cowok yang baru pulang dari Banda Aceh, juga ikut serta sehingga harus melakukan persiapan lebih awal.

Mereka tidak mau tinggal. Kalau masih kecil, memang selalu ikutan ke mana orang tua pergi. Tapi kalau sudah besar, diajak pun tidak mau. Banyak anak kawanku seperti itu.

Kami belum sarapan dan memutuskan di sekolah saja nanti. Biasanya, meski sudah disebutkan wawancara dan tes kesehatan itu dimulai pukul 08:00, tetapi sampai di sana dan kami menunggu, belum juga dimulai.


02.jpg
Menulis berita dan mengedit foto untuk postingan di Steemit.


03.jpg
Suasana di depan kelas SMA Modal Bangsa.


Tidak apa, setidaknya kami tidak terlalu terburu-buru. Tadi pagi, kami mengantar Kak Mahrusah dulu ke rumahnya sebelum kami melanjutkan perjalanan ke SMA Modal Bangsa Arun.

Mahrusah itu kawan sekelas Kak Uci. Bagi kami, ia sudah seperti anak gadis kami sendiri karena sering ke rumah. Dengan orang tuanya pun sudah seperti saudara sendiri. Kami menjadi saudara karena anak kami bersahabat baik.
Setelah melihat pengumuman lokasi kelas, kami mengambil nomor formulir untuk wawancara dan tes kesehatan. Nah, nomornya itu berdekatan. Bagaimana kalau wawancara berlangsung lama sementara di bagian tes kesehatan sudah dipanggil.

Aku yakin, panitia sudah mengantisipasi masalah demikian. Yang tidak bisa hadir, bukan berarti langsung dinyatakan sudah mengundurkan diri. Masalah-masalah seperti ini, harus ditanyakan sejak awal agar tidak menjadi serius ke depan.


04.jpg


Kak Ami lebih dulu dipanggil untuk wawancara dan langsung ke bagian tes uji baca Al Quran. Sepanjang Kak Ami mengajar dalam Quran yang kecilnya minta ampun, aku melihat gurunya membulatkan beberapa bacaan. Ada bagian yang lancar, ada bagian yang tersendat.

Sedih juga aku melihat banyaknya bagian yang dibulatkan dengan pensil oleh gurunya. Aku sudah tahu, bagian yang dibulatkan itu keliru bacaannya.

Beberapa pernyataan tentang agama, misalnya tentang jenis-jenis najis, Kak Ami tidak bisa menjawab dengan lancar. “Nanti harus belajar lebih giat dengan Ibu, kalau lulus. Ayah aja tahu,” ucap Ibu itu yang ternyata istrinya Pak Alfonso, yang pernah membawa siswa SMA Modal Bangsa Arun untuk mengikuti sebuah lomba di Kampus Universitas Malikussaleh di Bukit Indah.


05.jpg
Bertemu dengan anaknya Yah Qan, langsung menutup wajahnya dengan jilbab ketika kuminta foto.


Hasilnya sangat mengecewakan di meja pertama. Kalau menggunakan standar umum, mungkin lumayan, tetapi bagiku itu tidak terlalu menggembirakan. Menurutku, Kak Ami dapat nilai B atau C+ di bagian ini.

Tidak boleh beralasan tidak belajar di Kelas Unggul karena memang pelajaran agama sangat sedikit, tetapi bisa menambah waktu dan porsi belajar sendiri di rumah.

Di meja kedua, Kak Ami mengikuti wawancara dengan bahasa Inggris. Kak Ami menjawab dengan lancar ketika ditanyakan mengapa memilih SMA Modal Bangsa. Demikian juga ketika ditanya soal vaksin Covid-19, tentang keluarga, tentang ayah, dan sebagainya.

Guru yang bertanya mengenalku dengan baik. Dia malah yang menegur duluan ketika aku hampir asing dengan wajahnya karena sudah terlalu gemuk. Aku lupa nama ibu itu, tetapi ingat wajahnya dan pernah mengikuti sebuah pertemuan apa dengannya.


06.jpg
Satu jam lebih bersama @aiqabrago di Taufik Kupi.


DI MEJA ini, menurutku, Kak Ami mendapatkan nilai A.

Tinggal satu meja lagi. Seorang guru lelaki yang sudah senior. Dia lebih banyak mengedukasi dibandingkan dengan bertanya, kalau pun bertanya, banyak menjebak. Misalnya, “Kamu tinggal bersama Ayah tiri?” dan pertanyaan sejenis yang langsung dibantah Kak Ami.

Ketika dia tahu aku mengajar di Universitas Malikussaleh, Bapak itu mendiskusikan masalah tidak ada siswa dari SMA Modal Bangsa Arun yang tidak lulus SNMPTM di Universitas Malikussaleh. Aku sudah pernah membahas masalah ini dengan Papi dan mengulang kembali beberapa kondisi yang ada.

Kalau tidak diingatkan panitia, mungkin akan lebih lama diskusi kami di sini. Tidak terlihat kemampuan apa yang sedang diuji dari peserta didik. Tapi karena Kak Ami sangat komunikasi dan meluruskan pertanyaan menjebak dengan lancar, aku memberikan nilai antara B+ dan A di sini.

Pulangnya kami makan di KFC karena Kak Ami belum sarapan. Jumpa dengan kawan-kawan Kak Ami di sini, juga dengan anaknya @yahqan yang menutup wajahnya ketika kufoto.

Sorenya, aku duduk dengan @aiqabrago di Taufik Kupi-2. Kami membahas banyak hal, termasuk komunitas di Steemit. Sayangnya, @aiqabrago tidak aktif di Steemit dan hanya ingin fokus di platform lain.

Kami juga membahas beberapa cryptocurrency yang dulu kami perkirakan akan meroket harganya dan ternyata benar.[]


follow_ayijufridar.gif

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!
STEEMKR.COM IS SPONSORED BY
ADVERTISEMENT
Sort Order:  trending

Waaah panen besar ya bg

😁😁😁

·

Tidak, hanya sedikit karena jumlah nol koma nol nol sekian, hehehehehe.....

·
·

Mantap bang
Saya lagi belajar. Belum tau mau invest di crypto yang mana. Bingung juga sama pergerakan harga coin
😅😁

·
·
·

Kemarin Indodax mengumumkan lima jenis cryptocurrency yang paling tinggi naiknya dalam tiga bulan terakhir (kalau tak salah). Dan tiga di antaranya saya koleksi. Sayangnya, karena modal kecil, profitnya juga kecil.

·
·
·
·

Waaaah mantap sekali bang. Semoga makin sukses kedepannya. Doain kami yang masih belajar dan tak tahu arah bang

·
·
·
·
·

Saya juga masih belajar, ada grup dengan para trader di Jakarta. Beberapa Steemian sudah bergabung.

·
·
·
·
·
·

Pengen belajar dan masuk grup juga. Boleh gabung bang?
Via telegram ya?

·
·
·
·
·
·
·

Di WA. Kalau mau bergabung boleh. Sebagian besar di sana juga Steemian.

IMG_20201008_202623.jpg


SELAMAT

Postingan anda telah mendapat kurasi secara manual dari akun komunitas @steemseacurator.
Terimakasih telah berpartisipasi dalam komunitas Steem SEA

Kami akan sangat berterimakasih jika anda bersedia mendelegasikan Steem Power (SP) anda untuk kemajuan komunitas Steem SEA ini

Salam hangat
Anroja

Link pintas untuk delegasi:
100SP 200SP 500SP 750SP
1000SP 1500SP 2000SP 2500SP 3000SP

Postingan ini telah dihargai oleh akun kurasi @steemcurator08 dengan dukungan dari Proyek Kurasi Komunitas Steem.

Selalu ikuti @steemitblog untuk mendapatkan info terbaru.

Salam @ernaerningsih.