The Diary Game [April 5, 2021] Running At 7 Speed |

지난달

01.jpg
Ngobras minggu ini membahas tentang Lhokseumawe Lautan Sampah dengan anggota DPRK Lhokseumawe, Dicky Saputra dan Ketua PWA, Maimun Asnawi.


Rencana mencari tema dan narasumber lebih awal selalu terganjal karena kesibukan. Akibatnya, aku pontang-pontang di setiap hari Senin. Ketika temanya dapat, narasumbernya tidak mau, seperti hari ini.

Aku mengusulkan masalah sampah di Lhokseumawe yang diangkat. Ketua Persatuan Wartawan Aceh, Maimun Asnawi, sudah bersedia menjadi narasumber dengan tema apa pun. Tapi pihak Humas Pemkot Lhokseumawe, Marzuki Yunus, yang notabene juga seorang wartawan, malah menolak hadir dengan alasan ada kegiatan lain.

Dia malah memintaku menelepon bagian yang menangani sampah, bukannya dia yang menjembatani. Ini contoh Humas yang tidak ingin kebagian repot. Hanya ingin fasilitasnya saja.

Tapi tak apa, Pemkot Lhokseumawe sendiri yang rugi karena tidak menggunakan kesempatan untuk menjelaskan permasalahan yang mereka hadapi.


02.jpg
Absen di Kampus Lancang Garam, mengajar ke Kampus Bukit Indah.


03.jpg
Suasana Jalan Bali Kampus Bukit Indah.


Pejabat terkait yang direkomendasikan Marzuki, jangankan bersedia menjadi narasumber, merespon pesan pun tidak. Satu lagi contoh pejabat publik yang tidak beretika dalam berkomunikasi.

Tapi aku harus fokus ke mengajar dulu karena hari ini ada dua mata kuliah di Bukit Indah. Paginya, aku absen di Kampus Lancang Garam dan langsung menuju Kampus Bukit Indah. Seusai mengajar mata kuliah Komunikasi Digital, aku memutuskan makan siang dan salat di Kampus Bukit Indah saja.

Tapi tidak ada menu yang menggugah selera di Kantin ISOL. Daripada harus makan nasi dengan ayam goreng, aku memilih mie dengan telur saja karena sudah lama juga tidak makan mie rebus.

Kantin ISOL sunyi. Dengan menu terbatas, wajar saja mahasiswa tidak makan siang di sana, kecuali mahasiswa Fakultas Ekonomi yang dekat dengan ruangan kuliah.


06.jpg
Salat Dhuhur di Masjid Kampus Bukit Indah.


04.jpg
Menu makan siang; mie telur dan capuccino, sangat tidak direkomendasikan.


Dari sana, aku langsung ke ruang Bali-01 di Jalan Bali. Dua minggu lalu, suasana kelas sangat panas sehingga aku memutuskan keluar lebih awal. Alhamdulillah, hari ini terasa sejuk karena AC sudah diperbaiki.

Di ruang kelas Prodi Ilmu Komunikasi, suasananya lebih panas lagi karena AC rusak dan belum diperbaiki. Mahasiswa dan dosen tak sempat untuk mengeluh. Aku memiliki jadwal yang sangat padat.

Pulang mengajar, langsung kembali ke Kampus Lancang Garam untuk menyiapkan materi pelatihan jurnalistik bagi anggota penerangan Kodim di wilayah Korem 011/Lilawangsa yang mulai berlangsung besok.


05.jpg
Kantio ISOL yang sepi dan tidak banyak pilihan menu.


07.jpg


13bcddf4-fe76-4f70-bdcf-0000fe7170f2.JPG
Kedua narasumber Ngobras asyik banget. Satu jam tak terasa tanpa dipotong iklan.


Tidak sampai sore, aku memutuskan pulang lebih awal. Rencananya untuk menyiapkan daftar pertanyaan Ngobrol Santai tentang Lhokseumawe Lautan Sampah.

Tapi mana sempat. Waktu terlalu sempit di waktu magrib dan aku langsung ke RRI Lhokseumawe.

Dicky dan Maimun belum datang. Tapi aku juga tak sempat lagi membuat daftar pertanyaan. Beruntungnya, kedua narasumber adalah orang yang memiliki kecapakan komunikasi yang bagus.

Bahkan, tanpa perlu mengajukan pertanyaan pun, talkshow mengalir sangat lancar dan penuh tawa, apalagi Faiz yang menjadi co-host juga sangat komunikatif. Aku ingat, dari sekian banyak episode, ini termasuk yang paling hebat dengan tawa pecah setiap menit.

Pulangnya, aku dan Dicky minum kopi di Graha Coffee and Resto di depan Masjid Jamik. Aku belum pernah nonkrong di sana. Maimun katanya menyusul, tapi sampai kami bubaran dia tidak terlihat.

Kegiatanku sangat padat hari ini dan besok pagi harus hadir memberikan materi di Korem Lilawangsa. Untungnya tidak ada jadwal mengajar besok.[]


08.jpg
Ada penampakan di ruang sebelah.


09.jpg
Duduk di Graha Coffee n Resto bersama Dicky Saputra seusai acara talkshow.

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!
STEEMKR.COM IS SPONSORED BY
ADVERTISEMENT
Sort Order:  trending

Program lautan sampah ini sangat bagus pak, apalagi untuk saya yang tinggal di dekat pinggiran pantai pak bnyak sampah-sampah berserakan di dekat pantai pak karena di pinggiran pantai tidak di sediakan tempat pembuangan sampah jadi bnyak masyarakat yang membuang sampah sembarangan sampah pun bertumpuk dan mencemarkan laut

·

Sebagai kalangan terpelajar, @muhammadrafi hari mengedukasi masyarakat dengan mengelola sampah secara ramah lingkungan, misalnya dengan memisahkan sampah berdasarkan jenisnya. Tapi minimal sekali, membuat sampah pada tempatnya.

·
·

Itulah pak kok bisa ada pogram gitu untuk pembuatan tempat sampah yang untuk organik dan non organik, kok dari saya kan pak belum bisa lagi berkecampung ke dalam pemberdayaan masyarakat tentang cara mengelola sampah di lautan, pernah saya ajukan ke pak kadus juga cuman belom ada tanggapan yang baik pak

·
·
·

Minimal sekali, kita sendiri yang mengurus sampah dengan benar. Mulai dari diri sendiri dan mulai hari ini.

·
·
·
·

Baik pak akan saya lakukan pak Terima kasih sarannya pak

IMG_20201008_202623.jpg


SELAMAT

Postingan anda telah mendapat kurasi secara manual dari akun komunitas @steemseacurator.
Terimakasih telah berpartisipasi dalam komunitas Steem SEA

Kami akan sangat berterimakasih jika anda bersedia mendelegasikan Steem Power (SP) anda untuk kemajuan komunitas Steem SEA ini

Salam hangat
Anroja

Link pintas untuk delegasi:
100SP 200SP 500SP 750SP
1000SP 1500SP 2000SP 2500SP 3000SP

Postingan ini telah dihargai oleh @steemcurator08 dengan dukungan dari Proyek Kurasi Komunitas Steem.

Ikuti @steemitblog untuk mendapatkan info tentang Steemit dan kontes.

Anroja