The Diary Game [April 7, 2021] Baby Bird Falls Down and Efforts to Collect My Daughter's School Fees |

28일 전

04.jpg
Mengumpulkan lembar demi lembar untuk biaya sekolah Kak Ami.


PAGI ini aku mengajak @taministy minum kopi di kopi di Bejee yang tidak jauh dari kantor. Tapi, aku membawa mobil karena dari sana kami berencana ke Mess Lilawangsa. Aku akan mengambil foto kegiatan Bang Nasier Husein yang sedang memberikan materi tentang teknik pengambilan foto dan video serta cara mengunggahnya di berbagai media sosial.

Bang Nasier sudah ahli di bidang itu. Dia sudah berpengalaman di SCTV dan belajar secara khusus pengambilan video standar layar lebar.

Setelah minum caramel seperti biasa, aku dan @taministy menuju Mess Lilawangsa yang juga tidak terlalu jauh dari Bejee Coffee.


01.jpg
Bu Dwi dan Bang Nasier Husein bersama peserta pelatihan.


08.jpg
Bang Nasier Husein sedang memberikan materi tentang pengambilan foto dan video.


02.jpg
Ngopi bersama @taministy di Bejee.


Burung.jpg
Sarang burung dan anak burung yang jatuh dari pohon.


Namun, di depan mobilku, aku melihat sarang burung gereja yang jatuh. Di dalamnya terdapat bayi burung yang masih kecil. Aku langsung mengambilnya, tetapi tidak mungkin meletakkan kembali di atas pohon. Aku harus memanjanya dan itu sungguh tidak mungkin meski aku adalah pemanjat ulung.

Akhirnya, aku meletakkan di pohon kecil dekat pot di pinggir jalan dengan harapan induknya bisa melihat dan menyelamatkannya.

Ketika meminta @taministy memotret aku dengan sarang burung tersebut, aku sempat berpikir ini adalah keberuntunganku. Dan ketika @taministy membuka pintu mobil, bayi burung itu terbang dan masuk ke dalam mobil. Ia bertengger di atas dashboard.


03.jpg
Mengajar satu jam setengah.


05.jpg
Dari satu ATM ke ATM lainnya.


Aku sempat berpikir untuk membawanya pulang dan Dek Rafa pasti senang. Tapi kalau tidak bisa merawatnya, burung itu malah mati. Akhirnya, aku memasukkan bayi burung itu kembali ke dalam sarang.

Kami tidak lama di Mess Lilawangsa. Setelah bicara dengan staf penerangan Korem, aku langsung kembali. Aku harus mengajar sekejap dan setelah itu harus menyelesaikan biaya sekolah Kak Ami.

Aku tidak terlalu cemas lagi, tinggi memikirkan sisanya sekitar Rp4,7 juta. Beberapa waktu lalu aku menjual Ethereum dan sudah mendapatkan Rp5 juta meski tidak semuanya harus aku tarik karena harus menyisakan sedikit untuk membeli cryptocurrency lain sebagai investasi.

Untuk menutupi kekurangan, aku harus menarik uang di beberapa ATM. Sedihnya kalau memiliki banyak rekening tetapi kosong. Mau menutup, sayang karena aku masih yakin akan kembali memiliki uang.

Di Bank Mandiri, aku harus antre lama. Bukan karena banyak nasabah, tetapi pelayanan Bank Syariah Mandiri yang buruk. Teller cuma satu orang, dan ia sedang istirahat. Padahal, Bank Mandiri konvensional masih melayani nasabah meski hanya satu teller.

Setelah menyelesaikan transfer, aku kembali ke kantor dan bekerja sampai malam. Satu masalah penting selesai. Sekarang harus memilikirkan sisanya. Di depan ada puasa Ramadan dan lebaran. Itu juga butuh uang.[]


07.jpg
Bank Syariah Mandiri belum buka meski sudah banyak nasabah yang mengantre.


06.jpg
Bank Mandiri Konvensional malah tetap melayani nasabah.

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!
STEEMKR.COM IS SPONSORED BY
ADVERTISEMENT
Sort Order:  trending

Saleum keu bg ayi..

·

Pu haba Abu Pasi? Ka ula-ili kembali di dunia maya?

·
·

Haba geut Bg Ayi, disinan kbn ka, pu na hy yg jeut neukabari.

Mandiri konven masih buka ternyata, kirain udah tutup jg

·

Saya sudah tutup yang Mandiri Kak @rayfa. Bukan karena harus pindah, tapi karena kas kosong. Hehehe.... Di bank lain, saya masih menggunakan konvensional.

·
·

Apa krn kasnya pindah ke wallet crypto? Hehehe..

Postingan ini telah dihargai oleh akun kurasi @steemcurator08 dengan dukungan dari Proyek Kurasi Komunitas Steem.

Selalu ikuti @steemitblog untuk mendapatkan info terbaru.

Salam @ernaerningsih.