The Diary Game [April 8, 2021] Gave Two fiction books to the Korem Commander

지난달

01.jpg
Menyerahkan dua buku fiksi kepada Komandan Korem 011/Lilawangsa, Kolonel Inf Sumirating Baskoro.


Hujan gerimis membasahi Kota Lhokseumawe pagi ini. Suasana yang aku sukai, tetapi bisa mendatangkan masalah juga.

Hari ini istriku sakit. Jadi, meski belum mandi, aku memutuskan untuk mengantarkan Kak Ami ke sekolah. Dek Rafa dan Bang Atha ikut juga.

Setelah itu, aku baru mandi dan bersiap melanjutkan pelatihan jurnalistik bagi para tentara. Aku harusnya masuk pukul 09;00 seperti kesepakatan kemarin, tapi tiba-tiba sudah ada pesan dari Bang Laung, staf Penrem 011/Lilawangsa yang mengatakan Komandan menunggu.

Kemarin tidak ada informasi Pak Danrem akan hadir di acara karena beliau punya kesibukan lain. Untung aku sudah jalan dan ketika Bang Laung, staf Penrem 011/LW, menelepon, aku sudah berada di halaman Mess Lilawangsa.


05.jpg
Mengantar Kak Ami ke sekolah. Hujan di pagi hari.


02.jpg
Berdiskusi dengan Pak Danrem.



03.jpg
Berfoto bersama Komandan Korem 011/Lilawangsa, Kolonel Inf Sumirating Baskoro, Bu Dwi Firtri, dan para peserta.


Kami berbincang sejenak. aku mengabarkan kondisi peserta dan pemahaman mereka secara keseluruhan tentang jurnalistik. “Secara umum sudah paham, hanya masalah penulisan berita yang masih lemah,” kataku.

Kemudian, setelah Pak Danrem memberikan sambutan, aku menyerahkan dua buku fiksi, 693 Km Jejak Gerilya Sudirman) dan Cinta Dalam Secangkir Sanger kepada Pak Danrem. “Ketika Pak Danrem nanti menjadi jenderal, saya yang menulis biografi Bapak,” kataku yang langsung disetujui Pak Danrem.

Dia juga mengaku punya hobi membaca. Namun belakangan, banyak pesan masuk sehingga jadwal membacanya terganggu. Aku menyarankan agar dia menyicil dalam menyelesaikan sebuah buku, misalnya membaca satu bab sebelum tidur, tetapi harus rutin.

04.jpg
Pengarahan dari Danrem.


06.jpg
Harus mengajar di siang hari.


Kemudian aku melanjutkan membahas rilis yang rutin oleh penerangan sembilan Kodim di wilayah Korem 011/Lilawangsa. Tidak semunya kami bahas secara detail karena sudah kemarin. Jadi, hanya sekitar tujuh Kodim saja yang kami bahas sampai huruf per huruf, kalau ada kesalahan. Sisanya, aku menyinggung secara umum saja bagian mana yang harus diperbaiki.

Sorenya, aku mengajak Bunda dan anak-anak ngopi di Bejee sekalian menunggu Tasya Bintang Maharani. Dia adalah mahasiswaku di Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Malikussaleh. Aku menulis tentang profilnya di website Kampus dan di Unimal Magazine karena dia juga seorang penyanyi.

Suara dan teknik vokalnya bagus. Dia juga mengkaver banyak lagu dan mempostingnya di YouTube. Lagu-lagu yang sulit dibawakan Tasya dengan bagus.

Setelah Tasya mengambil majalah, kami pulang. Hari sudah gelap dan sebentar lagi azan magrib berkumandang.[]


07.jpg
Bersama istri dan anak-anak menikmati kopi sore di Bejee.


08.jpg
Menyerahkan majalah kepada Tasya Bintang Maharani, penyanyi Universitas Malikussaleh yang profilnya dimuat di Unimal Magazine.

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!
STEEMKR.COM IS SPONSORED BY
ADVERTISEMENT
Sort Order:  trending

IMG_20201008_202623.jpg


SELAMAT

Postingan anda telah mendapat kurasi secara manual dari akun komunitas @steemseacurator.
Terimakasih telah berpartisipasi dalam komunitas Steem SEA

Kami akan sangat berterimakasih jika anda bersedia mendelegasikan Steem Power (SP) anda untuk kemajuan komunitas Steem SEA ini

Salam hangat
Anroja

Link pintas untuk delegasi:
100SP 200SP 500SP 750SP
1000SP 1500SP 2000SP 2500SP 3000SP