Sarkasme dalam Lukisan Idrus bin Harun

2개월 전

Lukisan di atas menunjukkan siapa kapitalisme baru di Aceh di tahun 2021. AK-47 buatan Rusia bukan hanya simbol biasa di Aceh, tapi merujuk pada suatu kaum di Aceh yang sebagiannya sukses bermetamorfosa menjadi para teknokrat. Idrus sengaja menulis kaphe yang berarti kafir untuk memberikan bobot jijik pada sebuah penjajahan. Apalagi kalau diingat-ingat 'kau' yang dulu ingin mengusir 'penjajah' malah kini telah berubah wajah menjadi Belanda versi baru era android. Betapa pas penamaan kaphetalisme pada dada kaos yang dijual @paskadom karena kapitalisme sendiri adalah penjajahan gaya baru.

Mosyokolo dan kolonial digabung jadi 'Mosyokolonial'. Kata 'mosyokolo' bisa bermakna makian, bisa juga berarti nasi sudah jadi bubur. Ketika kata tersebut dikawinkan dengan kata 'kolonial', akan terbentuk sebuah pembayangan di mana rasa sesal tak terpermanai. Setali dengan gambar di atas, 'mosyokolonial' tak lain dari kondisi sosial-politik masyarakat Aceh. Namun, sayangnya, kaki kurus sandal jepit itu agaknya luput untuk mewakili dua kata yang dinikahkan tersebut.

FB_IMG_1620203852541.jpg

Ini ledekan yang mengena sekali. Cocok dibawa-bawa ke warung kopi yang menjadi tempat para anggota dewan yang terhormat. Mana tahu mereka tersadar kembali bahwa mereka sebenarnya di parlemen untuk menyampaikan aspirasi rakyat, bukan malah sebaliknya. Terpilih lalu kepada rakyat cukup berkata walau dalam hati 'aku terpilih karena kalian sudah kubayar per suara Rp 50 ribu, Rp 100 ribu, dan bahkan Rp 500 ribu'.

Itulah sekelumit kaos dagangan Idrus bin Harun yang menggoda setiap mata ferbuker. Anda bisa memantaunya di sini https://www.facebook.com/MARXAUSE.

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!
STEEMKR.COM IS SPONSORED BY
ADVERTISEMENT
Sort Order:  trending

Bit asoe tok hana boh panah njou Bung @gabrielmiswar. Malam uroe raya tangumpoi ngupi di Meureudu beuh

·