[MY STORY] Life Skill

지난달

IMG_20210613_174057.jpg


Tidak ada kata terlambat untuk memulai atau usia jadi penghalang. Kan misalnya saya ingin mengungkapkan kebiasaan sekarang orang tua tidak mengajarkan "Life Skill", bahwa zaman dulu saya alhamdulillah menemukan orang tua yang mendidik saya untuk life skill. Lalu kemudian perasaan anak pastinya enggak nyaman.

Perasaan kesal, kok dibeginikan, kok harus begini, kok harus begitu, banyak aturan.

Nah, bagaimana untuk menyadarkan anak ini pada saat dikasih tau orang tuanya, lalu kemudian justru kemanfa'atannya itu dirasakan saat ini oleh saya misalnya untuk usia yang sudah tidak belia lagi.



IMG_20210611_183248.jpg

Tapi memang life skill itu perlu diajarkan karena apa ? Karena anak itu kadang-kadang tidak tau kebutuhannya, dia hanya tau kesenangannya. Itulah sebabnya orang tua itu ada otoritasnya, dia kadang-kadang otoriter, tapi dia juga demokratis.

Otoriter itu kewajiban orang tua, yang tua itu lebih tau anak. Kadang-kadang anak enggak ngerti fungsinya itu tadi, ternyata dengan begini luar biasa. Jarang sekali loh sekarang kita menemukan seorang ibu muda bisa bikin tart sendiri, bisa bikin kue sendiri. Kalau perlu pakek pembantu, enggak usah pakek lilin, tapi pakek obor 😂

Sebenarnya semua orang itu punya peluang, tinggal bagaimana kita melaksanakannya. Makanya dalam hadist dikatakan "jadi setiap manusia itu dia punya nilai-nilai kebaikan. Maka dari kebaikan itu keluarkanlah kemanfa'atan."

Analoginya gini, kalau kita punya hotel mewah misalnya, kita enggak usah berpikir untuk memilikinya. Tapi bagaimana mengambil kemanfa'atan dari hotel itu.

Kita itu punya tangan, tangan itu sehat, tapi belum tentu kita bisa mengeluarkan kemanfa'atan dari tangan kita. Tapi kalau hanya untuk mukuli itu berguna, tapi tidak bermanfa'at. Tapi kalau itu dipakai untuk bagaimana karya, kita punya pikiran. Pikiran kita kalau hanya untuk memikirkan pada sesuatu yang tidak ada manfa'atnya, maka itu keluar dari kaidah keislaman. Artinya, kita itu masing-masing punya potensi, bagaimana potensi itu dikeluarkan menjadi kemanfa'atan.



IMG_20210615_133548_1.jpg

Kalau ditanya siapa tokoh yang menginspirasi saya, ayah saya dan ibu saya sih sebenarnya. Tapi ayah. Ayah saya Doktor Ekonomi, ayah saya selalu mengajarkan yang sampai sekarang untuk saya pakai, insya Allah kejujuran dalam segala hal. Terus yang diajarkan juga penghematan.

Jadi, dulu dari kecil kami tidak pernah boros gitu, selalu berhemat, menabung. Ada lagunya ya, rajin menabung dan tidak sombong.

Kalau ibu saya selalu mengajarkan keramahan, jangan lupa tersenyum pada semua orang. Ya selain dari agama, kalau agama dapatnya lebih dari ibu.

Perwujudan sebuah kejujuran terhadap sebuah karya fashionnya seorang @midiagam, saya wujudkan, atau lebih tepatnya ciri khas saya adalah, saya lebih memilih pada model-model yang gampang gak teralu ribet yang gampang, enggak terlalu ribet modelnya, yang lebih minimalis. Dan dari segi kain itu juga sangat penting, khususnya untuk kita disini yang tinggal di Aceh, dengan udara lebih panas, daripada dinginnya. Yang bahannya harus nyaman.

Kalau saya lebih kepada itu ya. Apalagi sekarang panasnya luar biasa.



IMG_20210611_183237.jpg

Dan dulu saya kalau melihat seorang wanita memakai baju ketat, saya suka terheran-heran. Kok enggak panas ya. Saya saja yang memakai baju longgar, sudah sangat gerah. Kok bisa sih, aduuhhhh... Saya gak habis pikir.
Oke, sampai disini dulu kebersamaan kita hari ini. Semoga apa yang saya sampaikan bisa menjadi inspirasi bagi pembaca semua.

Salam kompak selalu.

By @midiagam

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!
STEEMKR.COM IS SPONSORED BY
ADVERTISEMENT