Better Life | Merajut Itu Susah?

지난달
AKU MULAI DENGAN:
Pada suatu hari awal bulan lalu, aku menemani seorang bapak yang sedang merajut jala. Aku ingin seperti dia, tak lain adalah aku ingin bisa merajut jala. Bagiku itu ketrampilan yang layak dimiliki oleh orang-orang yang suka hidup berdampingan dengan alam. Aku meyakini akulah salah seorang yang ingin hidup demikian. Selain ketrampilan merajut jala, juga banyak ketrampilan lain yang harus dimiliki oleh naturalis. Tapi kali ini aku hanya melihat dan mengamati pola merajut jala saja.

Seorang pria Baduy yang kusebut guru sedang duduk di teras rumah sembari menyelesaikan rajutan jalanya yang baru ia mulai.(doc. pribadi)
Aku sengaja datang ke sebuah kampung yang jauh dari hiruk pikuk kota. Tapi aku tak sengaja bertemu dengan bapak pembuat jala. Siang itu aku coba menghabiskan waktu dengan berjalan keliling kampung. Ramai dari penduduk sudah berangkat ke ladang, karena itulah mata pencaharian utama mereka. Keadaan ini membuat kampung terlihat sepi. Banyak pintu rumah tertutup dan hanya beberapa saja yang buka. Kebanyakan mereka pulang saat hari jelang petang. Tak jarang juga masyarakat setempat memilih bermalam di ladang dengan keluarga jika sedang musim tanam atau musim panen.
"MASYARAKAT BADUY MEMANG DIKENAL DENGAN ECOCENTRIC COMMMUNITY, ATAU MASYARAKAT YANG HIDUP BERDAMPINGAN DENGAN ALAM SEKITAR."

Hingga sampai pada lorong, di satu rumah panggung, aku melihat si bapak sibuk merajut dengan rokok di mulutnya. Sejenak ia berhenti kala melihat aku menghampirinya. Ia melempar senyum ke arahku, sebaliknya juga aku padanya. Suasana terasa semakin akrab ketika aku mengatakan ingin melihat ia merajut jala. Untung-untung jika bapak mengizinkan aku belajar apa yang tak aku bisa. Si bapak tersenyum, dan ia melanjutkan pekerjaan yang sejenak lalu terhenti karena kehadiranku.


25% reward artikel ini untuk @steem.amal



Di Baduy, ilmu merajut sudah diajarkan sejak kecil.(doc. pribadi)

Karena ia mengerti bahwa aku ingin belajar dengan melihat ia bekerja, maka ia pun memelankan tangannya saat merajut. Aku duduk lebih dekat agar bisa memperhatikan lebih jelas akan pola rajutan. Seringkali ia melirik dan tersenyum ke arahku. Aku tak faham apa maksudnya. Bahkan ia bisa merajut tanpa harus melihat ke jala yang sedang ia selesaikan. Sungguh itu suatu keterampilan yang sudah menyatu dengan jiwa dan raganya. Aku masih bingung, tapi belum linglung.

Sebenarnya aku ingin sekali memegang alat rajut yang ia pegang, hanya saja aku tidak berani. Mungkin lain kali saja aku minta untuk mencoba merajut. Selain bahan dasar milik Si Bapak yang terbatas, jarum merajut pun kulihat hanya satu unit saja. Jika aku memaksa untuk ikut ambil bagian dalam persoalan ini tentu akan membuat pekerjaan merajut terhenti, ini suatu akhlak yang tidak terpuji tentunya. Dan sudah barang tentu sikap ini tidak layak ditiru dan diikuti.

Alasan aku tidak berani meminta dan mencoba sangatlah sederhana, kata Si Bapak, kalau saat merajut jala ada benang yang salah pola, maka benang itu haruslah di urai kembali agar bisa kembali seperti semula. Pikirku, ini sungguh akan merepotkan jika benar-benar terjadi. Jadi alangkah baiknya, jika kali ini aku belajar dengan melihat saja dulu. Biarlah lain waktu aku datangi Si Bapak, dan kubawa perlengkapan rajut jala milik sendiri. Dengan begitu aku akan leluasa mencoba dan belajar.

Jika pun salah saat aku belajar, dan sudah pasti terjadi, maka itu tidak mengganggu pekerjaan Si Bapak. Kukira itu lebih baik buat aku dan Si Bapak. Terimakasih Bapak untuk ilmu yang sedikit ini, tapi berguna...


Terimakasih
@pieasantwalking while studying

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!
STEEMKR.COM IS SPONSORED BY
ADVERTISEMENT
Sort Order:  trending

Teruji kali emang pemakaian markdown nya bang setelah kontes..
Hana ubat.... hehhe

·

Tulah, ke depan2 hrs Markdown terus...😂😂😂

·
·

😂😂😂😂😂😂😎😎

·
·

gak harus, cuma kee aja yg ketagihan karena hasilnya keren 😜

·
·
·

Ya, layout-nya jd enak dilihat...mudah2an enak yg laen2 ikut juga...😂😂😂😂

·
·
·
·

sabar saja... yg diarygame sesekali kee ikut juga, asal nulis bagus ada sumbangan sikit, tunggu saja giliran.

@pieasant walking by studying
studying by observing

hana ubat dron

·

Droe @jun.imaginer fokus cerita mantong...pasti keren...👍👍🤔

·
·

siap, laksanakeun

suah baca dua kali untuk dapat arah kolom teks, 😂

·

Sigoe kasep, yg perle baca dua kali, bahkan berkali-kali tok Al-Quran...

@omarkhayyam singoh kupreh saboh tulesan beh...meuhan male that lon dengon anggota grup selaku teman dekat droe keuh...🙈🙈🙈🙈

·
·

Wkwkwkkwkw.......
Bek neupaksa jih bang...
Dituleh diary cukup 2 kalimat jih. Wkkwkw

·
·
·

🤷🤷

·
·

aeesss ... maen✌️
setuju aku dengan cara pikir kee yg terakhir tu, bawa perlengkapan sendiri kalau belajar, lebih cepat dan nggak ngerepotin guru😁

·

Haha...maaf guru markdown ku...😂😂😂

·
·

bukan guru..."tukang sorak" alias provokator 😜

·
·
·

Apapun halangan di depan, engkau adalah guruku...😂😂😂😂🏃🏃🏃🏃

·
·
·
·

kalo gitu.. kee posting lagu di komunitas music for steem juga lah😜 biar gurunya terhibur🤣 maksa tetap!
pan, Asam kareng nggak ada videonya yg bagus? aku mau pake buat bikin postingan masakan

·
·
·
·
·
·
·
·
·
·
·

soundnya nggak jelas🤦🏽‍♀️

·
·
·
·
·
·
·

Aduh...trus gimana?...🐒🐒🐒

Jadi pengen pake markdown kayak yang ab gunakan juga

·

Pakai terus, pelajari pola markdown, InsyaAllah gak susah kok...