The Diary Game Season 3, 03 Juli 2021. (Membersihkan Area Pekarangan Posko, Sembari Menggali Pondasi Lapangan Voli Hingga Makan Malam Bersama)

7개월 전

Sabtu, 03 Juli 2021.

Bangunku kesiangan semangatku kurang akibat tim kesayangan harus tersingkir di pergelaran Euro 2020 ditambah lagi dengan bayangan skripsi yang tak kunjung selesai, kegiatan yang menumpuk seolah-olah tidak terselaikan lagi, aughhh rasanya ingin kuluapkan rasa ini dengan teriakan se kencang mungkin.

Semalam, posko penginapan menjadi saksi atas kekesalanku saat menerima kenyataan tim kesayangan harus tersingkir di pergelearan Euro 2020, namun siang ini semangat atau tidak semangatnya aku untuk menjalani kegiatan hari ini harus dipaksakan untuk selalu bersemangat, mengingat Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) ini mau berakhir, artinya tidak lama lagi aku bisa fokus ke penyelesaian skripsi dan seharusnya aku sudah mempersiapkan garapan lahan sawah yang ada di kampung halaman untuk menanam padi pada musim ini, akan tetapi lahan itu untuk saat ini masih terbengkalai akibat tidak ada yang mengurus dirinya.

Jiwaku ada di Desa ini, tapi pikiranku sudah kemana-mana. Siang ini seusai mandi sebagian dari kami ikut membantu pimpinan Dayah untuk membuat sebuah lapangan voli untuk muridnya,

IMG-20210703-WA0018.jpg
foto saya lagi memotong rumput

IMG-20210703-WA0021.jpg
foto teman cewek yang lagi menggali sebagian pondasi pembuatan lapangan voli

dimana dayah ini menjadi rumah bagi kami dalam beberapa waktu kedepan, dengan menggunakan cangkul satu persatu mata cangkul diayunkan ketanah untuk mencangkulnya, saya yang hanya menonton kerjaan mereka dan mengabadikan moment ini gunanya untuk mengirim bukti laporan akhir nanti.

Siang yang redup, badan yang memintaku untuk rebahan dan mata yang menyakinkanku akan langsung terpejam saat badanku rebah, alhasil benar saja, tanpa aku sadari aku terbangun tepatnya pada azan ashar, badan terasa segar mata yang terasa bersih dan pikiran yang sedikit rilex. Seusai menunaikan ibadah shalat ashar, aku melihat segerombolan anak-anak desa ini yqng sedang bermain riya didepan halaman penginapan kami, ada yang bermain badminton ada yang sedang mengejar bola, melihat hal itu sayapun langsung ikut bermain, bermodalkan baju koko seusai shalat saya langsung ikut bermain dengan mereka.

Keringat yang bercucuran tidak terasa aku capek, melainkan membuatku senang karna selama Kuliah Pengabdian Masyarakat ini keringat saya tidak pernah keuar lagi artinya saya tidak pernah berolah raga selama ada kegiatan ini, tidak terasa sore kian berlalu dan makan malam sudah menunggu.

Seusai makan dan seusai mandi kamipun shalat magrib berjamaah yang di imami sendiri oleh pimpinan dayah ini, seusai shalat tiba-tiba pimpinan dayah memanggil saya beliau menyuruh saya untuk menggantikannya dalam pengajian sebentar lagi, karena beliau ingin mengantar istrinya yang sedang sakit ke apotek untuk membeli obat, mendengar hal itu saya tidak langsung mengiyakan melainkan saya terlebih dulu menanyakan tentang kitab apa yang harus saya ajarkan kepada santri nantinya, dan beliau menjawab kitab Matan Taqrib, mendengar hal itu saya langsung mengiyakan tawaran tersebut.

Tidak lama berselang waktu setelah pimpinan dayah mengantarkan istrinya ke apotek, muridpun mulai menaiki salah satu balai yang ada di pekarangan pesantren ini, dan sayapun ikut menyusul mereka untuk mengajarkannya, disini saya tidak sendirian melainkan ditemani oleh seorang teman yang ikut naik untuk mengajar bersama, sebelum membuka kitab tersebut, saya terlebih dulu bercegkrama dengan anak-anak, ini cara jitu saya untuk mengontrol keadaan yang ada.

IMG-20210702-WA0015.jpg
foto ketika kami sedang mengajarkan anak-anak desa setempat

IMG-20210702-WA0014.jpg

IMG-20210702-WA0016.jpg

Sedang asiknya mengajar, saya melihat teman cewek yang sudah bersiap dengan menggunakan Almamater kampus, tidak tahu tujuan jelasnya mereka mau kemana, rasa penasaran membuat saya harus bertanya kemana mereka akan pergi, mereka menjawab mereka akan mengajarkan anak-anak cewek di balai pengajian milik desa, tidak terasa sedang asiknya mengajarkan anak-anak ini azan insya pun berkomandang pertanda pengajian ini sudah bisa diselesaikan.

Tepatnya seusai kami shalat insya berjamah, teman-teman cewek pun sudah kembali ke pesantren ini, dan anak-anak pengajian yang kami ajarkan barusan sudah pulang, hanya tinggal kami anggota kelompok di pekarangan dayah ini, sedang asiknya bersantai disalah satu balai, kami melihat pimpinan dayah ini sudah pulang, dan kamipun langsung meminta izin untuk membuat sedikit kegiatan bakar-bakar ikan dihalaman pesantren ini, setelah izin tersebut kami dapatkan, kamipun segera mempersiapkan barang ataupun yang perlu dipergunakan secepat mungkin agar kami tidak kemalaman dalam hal ini.

Bermodalkan batok kelapa ikan tersebut bisa dibakar dan dimakan bersama,

Screenshot_20210703_210706.jpg
foto sedang menikmati ikan yang sudah dibakar

teman baru yang saya dapatkan adalah teman yang tidak canggung dalam berinteraksi, tidak malu malu dalam hal apapapun, dan teman yang tidak segan memberikan informasi tenntang apapun, semoga nanti selesai kegiatan ini kita masih saling sapa dan saling bercanda tawa.

Hormat saya, @rzkmlnrhmn see you next post!

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!
STEEMKR.COM IS SPONSORED BY
ADVERTISEMENT
Sort Order:  trending

Dayah pat aduen?

·

Bak dayah ubit paya itek bang.

·
·

Pat paya itek tgk?

·
·
·

Murah mulia bang, karieng.

·
·
·
·

Postingan ini telah dihargai oleh @steemcurator08 dengan dukungan dari Proyek Kurasi Komunitas Steem.

Ikuti @steemitblog untuk mendapatkan info tentang Steemit dan kontes.

Anroja