[FIKSI] Cermin

지난달

IMG_20210112_201501.jpg


Allah telah memberiku anugerah indah yang mungkin tidak semua orang merasakan suka-duka seperti yang aku alami, dari kanak-kanak Allah telah memilihku diantara berjuta insan di dunia. Dia mengujiku dengan ujian yang dahsyat tak luput pula kesabaran ia limpahkan kepada hamba yang fakir dan dhalim ini.

Pendiam, itulah aku. Sehingga di dunia ini hanya memiliki teman sebatas sapaan saja tidak lebih. Bercakap dan bercanda dengan teman hanya aku lakukan lewat ilusi dan imajinasi saja sesang, dalam dunia nyata aku hanya mampu jadi penonton dan pendengar.

Hinggalah tiba di akhir tahun 2006 aku melewati masa-masa tersulit, yang terpikirkan pada waktu itu aku ingin pergi jauh meninggalkan semua, dalam kegalutan jiwa sempat terfikir olehku kenapa aku terlahir dari keluargaku yang sekarang? Kenapa aku terlahir jadi warga di sini dan banyak tanda tanya hingga aku marah pada diri sendiri.

Malam itu hujan lebat sekali aku menangis sepanjang malam mengadu nasibku pada Allah,hingga azan subuh berkumandan aku masih menangis sedang badan ini sudah lemah tak berdaya.

Jiwa ini memang telah kosong, tapi aku selalu percaya dengan nasehat dari guruku "barang siapa berjalan pada jalannya maka sampailah iya"

Aku tidak melakukan dosa besar, tapi Allah memilihku dalam ujian hidup ini aku yakin Allah sedang memilihku untuk ini, aku kuat sebab Ia ada bersamaku.

Hingga malam inipun aku masih sendiri dengan kelamnya malam aku kembali bertanya kepada Tuhan, ingin sekali derita ini berakhir bukan seperti malam yang akan ada esok malamnya lagi aku ingin ini kesudahan hingga aku bangun akan ada mentari menyinari bumi dengan cahayanya yang hangat mampu memberikan kesejukan di setiap jiwa yang sunyi.



IMG_20210611_172603.jpg

Aku tak mampu bercermin pada hati yang saat ia sakit mampu mengobati lukanya sendiri, menangis agar esok lupa akan sayatan malam yang gelap sunyi.

Aku butuh seorang teman yang seperti temanku dulu Safrina namanya, ingin ku bagi kisah ini dengannya agar ia tau bahwa deritanya belum sebanding dengan yang menimpaku.

Aku mampu tersenyum untuk waktu yang panjang di siang hari namun tahukah kamu aku akan menangis di sepanjang malamku bersama bantal hingga aku terlelap dengan mimpi yang menyedihkan.

Aku memohon kepada Tuhan, ampunkan aku yang selalu lalai dari tanggung jawabku sebagai insan, ampunkan aku yang tak pernah bersyukur dari nikmat-nikmat-Mu, tolong! Jangan kau palingkan wajah-Mu, Engkaulah tempatku memohon, meminta ampun.

Aku hanya mampu bercermin dari salah dan khilafku, selebihnya aku tak punya kuasa.

TAMAT.

By @midiagam

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!
STEEMKR.COM IS SPONSORED BY
ADVERTISEMENT