Mertua Vs Menantu

2개월 전

mertua-mantu-meme.jpg


Source

Mertua itu seperti dua sisi mata uang. Mertua bisa jadi repot menantu, atau membuat menantu ahh.

Nah, masalahnya, ya memiliki mertua itu seperti dua sisi mata uang. Disamping membuat menantu repot ahh, membuat riang menantu ah. Masalahnya kita sebagai menantu tidak tau akan mendapatkan sisi yang mana, sampai kita akan menikahi
anaknya.

Karena apa ? Karena ketika pacaran kita tidak terlalu banyak mengetahui mertuanya. Dan biasanya ini karena kita punya cerita dari zaman dulu kala, entah kenapa dia selalu berkonflik antara menantu perempuan, dan mertua perempuan. Setelah diteliti dan ditelaah, ini ibarat ratu lebah, memang tidak bisa punya dua ratu dalam satu rumah. Karena kan masalahnya dua-duanya perempuan, siapa yang akan jadi ratunya.

Nah, si mertua perempuan ini kerap kali merasa apa yang dilakukan oleh menantu perempuannya ini kalau serumah, itu kayaknya "ibu, itu caranya bukan begitu"

Nah, hal-hal seperti itulah yang akhirnya memicu terjadinya konflik.

Kita tau kalau rumah tangga ada campur tangannya mertua, itu potensi terjadi keributan bakal ada. Mending dari awal kita cegah.

Tapi sebenarnya masalah gak selalu datang dari mertua, bisa saja dari menantu atau anak sendiri. Jadi jangan terlalu menyudutkan mertua. Tirulah, ada salah satu keluarga yang sama sekali tidak pernah bermasalah dengan mertua. Contohnya nabi Adam.

Jadi kondisi saling pengertian itu bisa meminimalisir permasalahan. Mau hidup bareng, mau hidup berpisah, potensi masalah pasti ada. Karena hubungan itu tidak terputus ya.

Salah satu penyebab menantu hidup sama mertua karena kondisi ekonomi. Anak perempuan, atau menantu perempuan, kalau sama mertua, itu kecenderungan stres lebih besar daripada hidup dengan keluarga sendiri tanpa mertua. Karena begini, anak perempuan itu kalau sudah berkeluarga dan hidup dengan mertua, itu menjalankan tiga peran sekaligus, apalagi kalau sudah punya anak. Dia jadi ibu, pasangan dari suami, dan jadi anak dari mertuanya. Menjalankan tiga peran sekaligus itu bukan perkara mudah.

Ada tiga hal yang tidak disukai suami/istri dari mertua. Pertama terlalu banyak ikut dalam hal mengatur keuangan. Ada mertua yang sampai gini "biar ibu saja yang pegang uangnya."

Yang kedua, mertua suka mencampuri urusan dapur. Semuanya dikomentari, ribut jadinya. Nah, itu juga bisa jadi masalah.



IMG_20210614_173446.jpg
Source

Yang ketiga terlalu ikut dalam urusan membesarkan anak. Mendidik anak bisa bahaya sekali, karena mertua kekeh dengan nilai-nilai yang mereka dulu punya. Mereka membesarkan anaknya di tahun 60-an misalnya. Sementara sekarang zamannya sudah beda. Kita membesarkan anak di tahun 2021.

Saya katakan masalah itu ada ketika mereka tinggal serumah, atau tidak. Nah, itu penting kita antisipasi. Kalau misalnya sudah terlanjur tinggal bersama, jangan berpisah.

Kemudian jangan membeda-bedakan. Kita sebagai anak tidak boleh membeda-bedakan, mertua atau orang tua, itu harus kita lakukan seperti orang tua, baru kemudian mertua, ya. Jadi ketika yang ikut di rumah kita mertua, anggap saja dia orang tua kita, walaupun dia mertua.

Nah, yang ikut ke rumah kita ini orang tua kita, anggap saja itu mertua dari pasangan kita, walaupun itu orang tua kita. Jangan dibeda-bedakan.

Selanjutnya muliakan mereka, hormati perasaan mereka. Karena kalau kita punya perasaan menghormati, setidak-tidaknya tidak ada ada hal yang membuat mereka kecewa.

Berikutnya, beri perhatian itu jangan muluk-muluk, jangan memerintah mertua. Tapi harusnya mengimbangi, mumpung ada mertua di rumah. Jangan mengeksploitasi manusia sesama manusia. Jadi memberikan perhatian dan komunikasi itu yang sudah terlanjur di rumah. Tapi yang tidak tinggal di rumah jangan salah, anda juga punya potensi punya masalah. Artinya, dijaga juga.

Kalau anda tidak di rumah, satu, jaga komunikasi yang baik. Dengan cara anak atau menantu bisa berkunjung rutin. Kalau tidak bisa berkunjung, gunakan alat canggih yang sudah ada, yaitu telfon.

Kemudian beri porsi seimbang, antara menantu dan mertua, walaupun tidak tinggal serumah. Misalnya dalam berkunjung, minggu ini kita ke mertua, minggu depan ke mertua, minggu berikutnya ke mertua, usahakan seimbang.

Terus yang terakhir fokus. Kalau anda berpisah dengan orang tua, fokus beri dia cucu, fokus membahagiakan keluarga. Saya yakin mertua, ataupun orang tua yang tidak tinggal serumah dengan anda, jika anda bahagia, mereka juga bahagia.

Baiklah, moga-moga ada manfa'at yang didapat.

Salam kompak selalu.

By @midiagam

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!
STEEMKR.COM IS SPONSORED BY
ADVERTISEMENT
Sort Order:  trending

Tidak semua mertua begitu terhadap mantu, meskipun serumah saya dan menantu ga pernah ribut. Tidak pernah mengatur harus begini dan begitu. Saya hanya menekankan pada anak mantu, kalian sudah menikah, orang yang sudah menikah tentunya sudah berpikir dewasa dan berpikir harus bagaimana masa depan.

Untuk urusan di rumah, saya lebih senang sibuk memanjakan mereka, walau terkadang lelah juga dari pagi sampe malem, yang penting mereka bahagia dan mereka akan belajar dari apa yang saya buat tanpa memerintah.

·

Saya percaya, soalnya menantunya sering curhat ke saya, teh @ranesa70, orang baik banget 😊