Polemik Rokok, Masih Banyak Yang Bergantung Hidup Pada Industri Rokok

지난달

IMG_20210616_211254.jpg


Indonesia adalah negara ketiga dengan jumlah perokok terbanyak di dunia setelah India dan China.

Lebih dari 300 milyar batang rokok yang dihasilkan dinikmati oleh perokok aktif yang mencapai 70 juta orang.

Lembaga Demografi Universitas Indonesia, menilai meningkatnya perokok di Indonesia dikarenakan pengendalian rokok di Indonesia masih sangat lemah.



IMG_20210616_211351.jpg

"Harga rokok kita masih murah, ya harga berkisar dari mungkin 8000-an-15000-an. Dan itu bisa dibeli dengan perbatang, dari anak-anak kecil pun masih mampu untuk mengakses rokok. Jadi, karena harganya rokok hampir sama dengan permen, maka konsumsinya meningkat terus. Kemudian iklannya juga masih gencar ya, di televisi, maupun di radio."

Tak hanya dikenal sebagai negara dengan jumlah perokok terbanyak, Indonesia juga dikenal sebagai salah satu negara yang memiliki industri rokok terbesar di dunia.

Tercatat ada 8 juta orang yang hidupnya bergantung pada industri rokok, dari hulu ke hilir. Sementara omset sektor tembakau di Indonesia cukup besar, dengan nilai 250 trilyun Rupiah.

Ironisnya sebagian orang terkaya di Indonesia adalah pemilik industri rokok, dengan pendapatan trilyunan Rupiah.

Kawasan industri rokok di Indonesia mayoritas berada di wilayah Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Salah satu wilayah yang tersohor dengan sentra industri rokok kreteknya adalah kota Malang di Jawa Timur.



267497_kantor-bentoel_665_374.jpg
Source

Saat ini ada sekitar 70 industri rokok lokal bercokol di kota Malang. Sebelumnya kota apel ini memiliki 400 lebih industri rokok kretek. Ada sekitar 1500 buruh yang mayoritas perempuan bekerja sebagai pelinting rokok kretek dikawasan berikat penarukan kepanjen Malang. Mereka menggantungnya hidupnya dengan memperoleh penghasilan 150 ribu Rupiah perhari, buah dari melinting 2000-3000 batang rokok.



pt-djarum-bagikan-rp-958-miliar-untuk-thr-karyawan_m_138321.jpg
Source

Upaya pemerintah membatasi konsumsi rokok untuk alasan kesehatan masyarakat menjadi dilematis. Lantaran potensi industri rokok masih menjadi penopang perekonomian negara, dari penghasilan pajak dan cukai yang mencapai 150 trilun Rupiah.

"Saya melihatnya sebetulnya harus berbanding lurus. Nah, satu sisi bagaimana kita meminimalisir dampak rokok yang sehingga masyarakat kita yang kena dampak itu pelan-pelan, karena TBC kita juga tinggi. Saya tidak menjastifikasi karena akibat rokok, karena inikan menjadi bagian juga. Sisi lain kalau kita lihat bagaimana investasi dan industri, ini juga membawa dampak secara tidak langsung, baik cukai yang diambil oleh pemerintah pusat, maupun serapan tenaga kerja. Jadi tinggal sisi mana ? Hemat saya kita saling bisa meminimalisir lah berkaitan dampak globalisasi."

Kebijakan pembatasan konsumsi rokok terus menuai polemik. Hal ini terkait rencana pemerintah mengakses remote convention on tobacco control, atau FCTC. Sementara beberapa pihak termasuk DPRI menilai, peratifikasi menjadi jalan tengah yang optimal, selain menyusun RUU pertembakauan.

Apapun kebijakannya, pemerintah harus bisa mengakomodir hak masyarakat untuk hidup sehat dan bebas asap rokok, serta menjaga keberlangsungan hidup para petani tembakau, maupun pekerja di industri rokok.

By @midiagam

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!
STEEMKR.COM IS SPONSORED BY
ADVERTISEMENT