Cara Lain Menikmati Perjalanan ke Ujoeng Pie ala Kami dan Rio de Jaksiuoe

2개월 전

2016_0917_110057_002-01.jpeg


Kami sudah beberapa kali ke Ujong Pie, Laweung Kecamatan Muara Tiga ini. Tujuan utama adalah untuk mencicipi mie Aceh nan enak yang dimasak bersama dengan eungkot suree (ikan tongkol). Di Ujong Pie terdapat dermaga tempat boat-boat nelayan dikaitkan. Perkampungan nelayan ini telah menjadi tujuan wisata warga Kabupaten Pidie, Banda Aceh, dan Aceh Besar. Selain sajian mie eungkot suree, Ujong Pie juga bisa menjadi tempat santai sambil melihat aktifitas nelayan dan boat-boat yang kembali dari laut.

Ada beberapa pilihan waktu untuk mengunjungi Ujong Pie. Saya besama dengan Riazul Iqbal (Rio) beberapa kali ke Ujong Pie saat tengah hari. Saat ini menjadi pilihan karena alasan untuk menghindari keramaian. Ujong Pie di siang hari lumayan sepi, kami bisa dengan tenang merebahkan badan di bibir pantai sambil menikmati belaian angin laut yang katanya sangat menenangkan. Di depan kami, barisan boat-boat nelayan terparkir rapi yang menambahkan suasana perkampungan nelayan ini tambah eksotis. Kehadiran salah satu boat nelayan yang kembali dari laut saat itu membuat kami bangun dan merapat untuk membantunya berlabuh ke daratan. Boat ini membawa sangat banyak jenis ikan segar, termasuk eungkot suree.

IMG_4197-01.jpeg

Saat boat mencapai bibir pantai, beberapa warga juga merapat untuk membantu. Diantara dari mereka membawa alat bantu berupa ban sepeda motor yang sudah dijadikan roda untuk membantu boat bergerak di daratan. Kami langsung mengambil posisi di belakang boat dan mendorongnya bersama warga lainnya. Pengalaman ini menjadikan kami terasa dekat dengan warga Ujong Pie yang sebagian besar mengandalkan profesi nelayan sebagai mata pencaharian mereka. Salah satu nelayan mulai membongkar muatan boat yang berisi ikan-ikan segar itu. Kami langsung memilih seekor ikan tongkol segar seukuran telapak tangan orang dewasa. Setelah tawar-menawar, kami akhirnya mengeluarkan dua lembar uang kertas, ikan tongkol tadi dipasang harga Rp. 25.000,-.

Tidak jauh dari dermaga tempat boat tadi berlabuh, ada sebuah warung serbaguna yang lebih mirip kios dengan ukuran 4 x 6 m. Pemilik warung ini melayani warga dan pengunjung dermaga yang ingin menikmati sajian kuliner khas Ujong Pie, mie eungkot suree. Mie eungkot suree ini dimasak dengan bumbu masak khusus yang biasa digunakan untuk memasak mie Aceh. Bumbu masak tersebut merupakan campuran dari cabe, bawang merah, bawang putih, jahe, kemiri, dan buah pala. Bumbu tersebut banyak dijual di kedai-kedai yang menjual bumbu masak di seluruh Aceh. Kami membawa ikan tongkol tadi ke warung dan langsung diolah oleh pemiliknya untuk dimasak bersama mie Aceh. Untuk dua piring mie Aceh, sebenarnya seekor ikan tongkol tadi lumayan berlebihan. Seharusnya kami memasak satu ikan tongkol untuk empat piring mie. Setelah mempertimbangkan kelezatannya, kami hanya memasak sebelah ikan untuk dua piring. Sebelahnya kami tinggalkan di warung.

20170125_143204-01.jpeg

Setelah menunggu sekitar 15 menit, akhirnya mie Aceh eungkot suree siap dihidangkan. Bumbu masak yang meresap ke dalam ikan membuatnya begitu lezat. Saat pertama kali diajak untuk mencoba mie eungkot suree ini, saya langsung membayangkan bau anyir yang akan merusak cita rasa mie Aceh yang biasa saya makan. Berbeda dengan campuran seperti daging lembu, kepiting, atau udang yang justru membuat taste mie Aceh lebih lezat, saya lagi-lagi menggerakkan lidah sambil membayangkan rasanya ikan yang anyir. Ternyata semua dugaan saya salah setelah mencicipi kuah mie tersebut. Eungkot suree memberi tambahan rasa yang bercampur dengan rempah-rempah dalam bumbu tadi.

Saya tidak menyisakan sedikitpun mie beserta kuahnya. Piring tempat mie dihidangkan nyaris bersih seperti sediakala. Terlalu lezat untuk menyisakan barang sesendok kuah mie eungkot suree. Kami membayar untuk dua piring mie, Rp. 20.000,-. Mie Aceh yang dijual di daerah-daerah lebih murah dibandingkan dengan mie Aceh yang ada di pusat kota. Beberapa warga yang datang dar Banda Aceh ke Ujong Pie terkejut ketika pemilik warung menjumlahkan harga yang harus dibayar untuk mie eungkot suree. Harganya lebih murah dari yang biasa mereka bayar di kota. Hal lain yang membuat mie eungkot suree ini spesial adalah karena kita menikmatinya langsung di tempat ikan dilabuhkan. Suasana perkampungan nelayan dan angin laut yang bertiup serta pemandangan barisan boat yang terparkir menambahkan cita rasa kuliner ini yang tidak akan tergantikan bila kita mencicipinya di warung mie di kota.

IMG_4196-01.jpeg

Kali yang lain, saya bersama dengan Rio mengubah jadwal mengunjungi Ujong Pie. Kami memilih untuk ke Ujong Pie saat sore, dengan rencana akan balik saat malam hari. Kami ingin melihat matahari terbenam yang cahaya senjanya menyapu lautan juga bibir pantai memunculkan suasana indah nan eksostis. Pukul 17.30 kami berangkat dari Sigli menggunakan sepeda motor. Sesampai di Ujong Pie, kami terlebih dahulu membeli ikan untuk persiapan memasak mie eungkot suree. Saat maghrib, warga tidak akan melakukan transaksi jual beli lagi, hingga masuk waktu isya. Jadi, kami memilih untuk membelinya sebelum matahari terbenam. Setelah mendapatkan ikan, kami berjalan ke lokasi yang nyaman untuk melihat pemandangan matahari terbenam. Sore hari di Ujong Pie lumayan ramai dikunjungi warga, baik warga sekitarnya atau yang datang dari kota Sigli. Suara azan berkumandang menandakan waktu maghrib telah tiba. Di bibir pantai terdapat sebuah mushalla berbentuk rumah panggung. Kami bergegas mengambil wudhu dan naik ke mushalla untuk menunaikan shalat maghrib. Belaian angin laut memberikan pengalaman baru selama melakukan ibadah shalat, hal yang belum pernah saya rasakan sebelumnya.

Kedai tempat kami biasa memasak mie eungkot suree ternyata tidak buka pada malam hari. Kami terpaksa pindah lokasi ke keude Laweung untuk menikmati mie eungkot suree. Perjalanan tanpa terduga seperti ini selalunya memberikan pengalaman yang berbeda. Bertransformasi menjadi bagian dari warga lokal, menikmati kuliner khas perkampungan nelayan, juga menikmati sajian pemandangan alam yang luar biasa indah. Tinggalkan kota dengan segala hiruk-pikuknya, bergegas memeluk alam dengan segala keindahannya.


story - Copy.jpg

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!
STEEMKR.COM IS SPONSORED BY
ADVERTISEMENT