Kenapa Memangnya Kalau Bodoh?

2개월 전

Totti.jpg


Sebuah opini yang ditulis pada majalah Bola Vaganza mengenai sebuah buku berjudul “Tutte Le Barzellette Su Totti” atau Kumpulan Semua Lelucon oleh Totti mengantarkan saya untuk menulis tulisan ini. Saya tertarik untuk membahas kebodohan dari sudut pandang lain . Selama ini kita pasti tidak menerima jika disebut orang bodoh.Ini memang sifat alamiah manusia.Namun bersalahkah orang bodoh?

Kebodohan memang berada di bawah sifat pintar. Dari manapun kita ingin meninjaunya. Bodoh dicela, direndahkan dan diperalat hingga digunakan sebagai kambing hitam. Saya punya pendapat sendiri tentang sifat bodoh ini, tapi tidak menentang juga pendapat mayoritas terhadap kebodohan

Kalian perlu tahu, orang yang pintar itu akan kelihatan bodoh bila ia berusaha menampakkan dirinya pintar. Bagaimanapun, mereka selalu serius menanggapi sesuatu hal. Menganalisa setiap kejadian, padahal kadang hanya sesuatu yang sepele. Mereka hendak memamerkan kepintaran dengan aksi tersebut.Di sanalah letak kebodohannya. Mereka sulit menertawakan kehidupan yang rumit. Ini sebenarnya yang membuat urusan menjadi rumit.

Hal tersebut tidak berlaku dalam kultur Italia. Francesco Totti, seorang mantan pemain timnas Italia adalah salah satu contoh warga Italia yang bodoh. Kamu tidak setuju? silahkan. Tapi memang begitu kenyataannya. Aksinya di lapangan berbanding terbalik dengan kepintarannya dalam keidupan sehari-hari. Kali ini kamu pasti setuju.

Totti adalah kapten klub besar ibu kota Italia, AS Roma. Dia juga pemain terkenal ke seluruh dunia. Pada suatu hari, istri Totti bertanya.

” Kamu pernah membaca Shakespeare?”

”Yeah,tetapi aku tidak ingat siapa yang menulisnya”

Totti kelihatan bodoh bukan? Dia bahkan tidak peduli bahwa yang dibacanya itu adalah karya seseorang yang bernama Shakespeare. Totti tidak pernah peduli dengan hal ini.Walaupun kamu datang kepadanya dan mengatakan bahwa dia bodoh, mungkin Totti hanya tersenyum kepadamu.

Beginilah sifat orang bodoh. Mereka tidak akan banyak mengajuakn argumen, juga tidak mencari alasan untuk berdebat. Orang bodoh sadar mereka bodoh. Hal demikian tidak ditemukan pada orang bodoh. Namun tidak semua juga bersufat demikian, tetapi sebagian besar, iya. Bahkan mereka rela berdebat dan memutuskan tali silaturrahmi untuk menemuka penyelesaian yang sebenarnya titik itu tidak pernah ada.

Mereka saling menyerang, beradu pendapat, kadang dengan alasan kebaikan. Kamu pasti bosan ketika menonton perdebatan calon pemimpin daerah di televisi, kecuali terkadang terselip lelucon diantaranya. Sebagian yang lain berdebat dan hanya ngomong untuk mengambil hati calon pemilih. Ini sifat orang pintar. Membodohkan orang bodoh.

Orang bodoh sebagian besar setia, sebagian lagi mungkin tidak. Mereka sangat loyal. Mereka menganggap tak ada kelebihan yang dapat mereka berikan kecuali kesetiaan. Coba pelajari sejarah sepak bola Italia. Dimana orang-orang bodoh seperti Totti pernah ditanya,

”Anda ikon AS Roma,dan meraih gelar bersamanya kecuali Liga Champion. Maukah Anda meninggalkan Roma untuk mencari title dengan klub lain?”

"Aku cuma ingin berada di AS Roma. Aku mencintai Roma sepenuh hati. Aku ingin meraih Liga Champion dengan kostum kebanggaanku, merah dan kuning."


story - Copy.jpg

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!
STEEMKR.COM IS SPONSORED BY
ADVERTISEMENT