Saling Support adalah Cara Kita Untuk Survive

2개월 전

IMG_6597.JPG


Manusia, tidak akan terlepas dari masalah. Masalah bagi orang lain bahkan bagi dirinya sendiri. Segala kemungkinan dinamika kehidupan akan dilalui. Tidak selamanya kita senang, pula tidak susah selamanya. Sebagaimana fisik, jiwa manusia juga perlu dikontrol dengan seksama. Semua itu bertujuan untuk tetap survive pada kehidupan. Kita tidak mungkin beranggapan bahwa masalah kita yang paling besar. Orang lain juga punya pendapat yang sama. Masalah mereka tidak mungkin dihadapi orang lain. Jika sudah demikian, siapa juga yang keluar sebagai pemenang?

Bulan-bulan sulit sedang dijalani oleh Steemian. Mengaku atau tetap memendam dalam hati, harga SBD dan Steem yang rendah membuat semangat Steemian terlucuti. Ini saya rasa adalah sebuah hal yang wajar. Namun kita tetap punya cara masing-masing untuk mengatasinya. Ada yang tetap mempertahankan diri bahwa mereka tidak masalah dengan hal tersebut. Naluri manusia untuk defensif saat sesuatu menyerang harga diri mereka, sekecil apapun itu, pasti ada. Jadi pengelolaan suasana hati perlu dilakukan untuk terus bisa bertahan pada masa-masa sulit seperti ini.

Dunia maya ini tidak jauh berbeda dengan dunia nyata. Apa yang dilakukan di dunia maya punya kemiripan dalam beberapa kemungkinan. Begitulah menjalankan sebuah usaha untuk mendapatkan reward. Di platform Steemit ini perlu pengelolaan perasaan yang benar agar terus bertahan. Sebenarnya sangat banyak tulisan yang memberi ulasan bagaimana supaya bisa tetap bertahan. Saya hanya mencoba untuk mengulang kembali. Ini mungkin bermanfaat bagi saya sendiri, sebelum meniatkan agar orang lain termotivasi.

Salah satu caranya adalah dengan berhayal bahwa suatu saat SBD atau Steem akan kembali pada harga tertinggi. Jika sudah demikian, apakah kita harus berhenti di sini? Apa yang akan kita lakukan saat itu? Kita tidak punya apa-apa karena terlalu dini berhenti berkarya. Ini tidak berbeda dengen seseorang yang sudah membuka toko. Saat sepi pembeli, beliau langsung gulung tikar. Kapan pembeli bisa mengetahui bahwa dia punya toko? Sabarlah sampai saat keberuntungan menjadi milik kita kembali.

Kita pernah mengalami masa-masa yang semuanya kelihatan indah. Apakah kita tidak ingin mengulangnya? Kita masih bersama-sama. Semua merasakan hal yang sama. Sebelum ini semua ada, kita berjuang dengan cara masing-masing. Sekarang kita harus mengulangnya. Ingat, jangan mau jadi saksi saat semuanya kembali seperti saat itu. Semangat!!!


story - Copy.jpg

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!
STEEMKR.COM IS SPONSORED BY
ADVERTISEMENT