Surat Dari Pertabas, Perbatasan Aceh Singkil

지난달

WhatsApp Image 2021-03-13 at 13.18.12.jpeg

Rumah Pak Khatib di Desa Pertabas, Aceh Singkil


Selama beberapa hari ke depan, saya ingin bercerita pengalaman membuat film dokumenter di Aceh Singkil. Saya tiba di Aceh Singkil pada tanggal 10 Maret 2021. Kami berangkat dari Banda Aceh bertiga; @fauziulpa dan John. Fauzi akan bertindak sebagai kameramen, dan John sebagai produser lini. John mengurus segala keperluan kami selama proses shooting, mulai dari memastikan transportasi dan akomodasi kami selama di Singkil. Fauzi sebagai kameramen bertindak sangat teknis, beliau yang mempersiapkan alat shooting kami hingga mengambil gamba dan merekam suara pakai apa, beliau yang tentukan. Sedangkan saya sendiri, sebagai sutradara menjaga dan bertanggung jawab terhadap keseluruhan dari film ini.

Kami ingin mendokumentasikan aktifitas Dai di perbatasan dalam bentuk film dokumenter. Berdasarkan riset kami di awal, jumlah Dai hingga 2021 ini mencapai 48 orang yang tersebar di beberapa kecamatan di Aceh Singkil. Mereka menjadi penyuluh agama Islam untuk setiap desa yan ada di kecamatan tersebut.

Ini merupakan kali pertama saya menginjakkan kaki di Singkil, suatu hal yang belum saya pikirkan sebelumnya. Bahkan saya tidak tinggal di kota Singkil, melainkan ke perbatasan antara Aceh Singkil dan Sumatera Utara. Berada di perbatasan ini membuat saya senang karena bisa sampai ke tempat yang benar-benar belum pernah saya kunjungi.

Keadaan geografis Aceh SIngkil yang berupa perkebunan sawit merupakan hal yang sangat berbeda. Kami diturunkan di Mess Dai di Kecamatan Gunung Meriah, pagi pagi sekali. Setelah menempuh perjalanan selama 14 jam dari Banda Aceh, akhirnya kami tiba di Singkil. Dari Mess Dai ini kami akan dijemput oleh Ustaz Azmi dan dibawa ke desa binaannya di perbatasan, Desa Pertabas. Kami akan berada di Pertabas selama lima hari sebelum balik ke Banda Aceh.

Setelah menunggu lama di Mess Dai, akhirnya kami ke Desa Pertabas menggunakan sepeda motor; satu milik Ustaz Azmi, satu lagi sepeda motor yang kami sewa selama lima hari kedepan. Selama di Pertabas, kami menginap di rumah "Ayah", rumah Pak Khatib mesjid yang berada di Pertabas. Rumah beliau berada diantara kebun sawit, namun demikian airnya sangat sejuk dan bersih. Rumah berukuran 6 x 4 meter ini lumayan muat untuk menampung kami dan perlatan yang kami bawa untuk kebutuhan shooting selama di Aceh SIngkil.


story - Copy.jpg

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!
STEEMKR.COM IS SPONSORED BY
ADVERTISEMENT
Sort Order:  trending

Ka mulai, ya?

·

Iya..sudah mulai merekam