Tentang Bagaimana Menjaga Independensi Mata Pencaharian

5개월 전

IMG_20180304_182024.jpg

BAGAIMANAPUN JUGA, aku tidak akan meninggalkan platform ini begitu saja. Ada banyak catatan yang pernah kutoreh di sini. Catatan yang ketika kubaca-baca ulang, sungguh, aku merasa konyol sendiri. Namun dalam waktu bersamaan aku senantiasa bisa berdamai dengan segala kekonyolan itu, terutama ketika tiba pada anggapan; inilah proses belajar menulis—perihal yang terus saja berlanjut sepanjang hayatku di dunia.

Kabar tentang melonjaknya harga Bitcoin yang dengannya memicu pula naiknya harga Steem dan SBD di bursa pasar uang digital adalah motivasi lain kenapa aku ingin cepat-cepat hadir lagi di platform ini. Meski kesannya persis seperti orang lama katakan, "Troh kapai baro pula lada," kupikir tak mengapa. Lebih baik berusaha ketimbang tidak sama sekali.

Kendati setelat begini rupa, ikhtiar mengais recehan Steem dan SBD yang tengah kulakukan ini adalah sebaik-baiknya pekerjaan yang bisa kulakukan. Aku yakin seyakinnya bahwa kebaikan dari ikhtiar termaksud jauh lebih terhormat, terutama bila dibandingkan dengan cara jilat menjilat pejabat demi mendapat tumpok APBA. Perkara yang kusebutkan barusan adalah kelaziman yang tengah berlaku di tengah-tengah kita. Banyak orang muda yang pergi jauh meninggalkan nalar, moral dan akal sehat demi memperoleh rezeki instan.

Perilaku "asal bapak senang" sudah demikian menggejala pada mereka yang pantas disebut intelektual muda. Sementara orang muda yang tak panjang pendidikannya memilih menjadi kurir narkoba.

Apa boleh buat. Budaya konsumerisme orang-orang kita yang telah begitu mengakar menuntut kepemilikan cash yang tidak sedikit. Sementara kompleksitas sistem yang dibangun dalam sebuah negara sekorup ini mengharuskan kebanyakan orang bisa survive dalam arung jeram keculasan. Yang memilih jadi penjilat atau kurir narkoba, kebanyakan pula dipaksa keadaan. Perihal yang membuat kita tidak bisa menyalahkan mereka dengan serta merta. Perihal yang membuat kita terus mencari celah agar tetap bisa tegak di tengah arus kepicikan yang kian menghumbalang.

Kukira, bergiat intens di platform berbayar seperti ini adalah salah satu celah yang tersedia. Semoga harga uang digital terus melambung tinggi yang dengannya independensi cara mencari rezeki orang-orang di sini tetap terjaga.

IMG_20180228_224557.jpg

IMG_20171216_172743.jpg
Note: Ilustrasi foto pertama adalah karya @marxause di Komunitas Kanot Bu. Selebihnya adalah foto-foto yang kuambil dengan kamera gawai beberapa tahun lalu.

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!
STEEMKR.COM IS SPONSORED BY
ADVERTISEMENT
Sort Order:  trending

Yaya..bereh, Kanda kaneuwoe lom u Steemit :D Teuma ho si Idrus @marxause galom deuh-deuh? Ohya, neuedit tag bak phon neuboh #steemexclusive dan #indonesia bah tamah bereh.

·

yaa... katroh lom u nanggroe. haha.. kalheuh lon edit nyan.

·
·

Bereh, kanda :D

Loen pih neuk woe bak set Sang . . .
🤣🤣🤣

·

Woe...woe..woe.. Hahaha

·

Bek pikéë léë panyang2 that. Wo aju ... Hahaha ..

·
·
·

Ka jeut grak lom. Marxause ho geuh ka. 😁

·
·
·

@marxause ka rusak meusen. Payah ek dok u lhokseumawe.

·
·
·
·

paskadom sang bak takalon ka udep lom meusen .. mantap ..

·
·
·
·
·

@aneukpineung78 nyo keuh bang. Bi pencerahan bacut kbn cara beu paih up vote.

·
·
·
·
·
·

Nyan yang hana trik, Bang. Hana long tu'oh peugah. Yang na semangat sagai dalam peusapat SBD. 😁 Selebihnya taanggap aju Qada. 😁