Deklamasi Puisi : Vaksin Otak untuk Para Elit

3개월 전

IMG_20210509_025014.jpg

Tap here :

"...Melihat aturan-aturan rancu yang ditetapkan pemerintah, membuat ku menulis dan membacakan puisi ini. Sila dikonsumsi!.."

Vaksin Otak Untuk Para Elit

@vandols

Disini batin ku geram
Dilecehkan harga-harga

Vaksin di anjurkan
Lantas begitu membingungkan

Kebebalan pemimpin yang sibuk berspekulasi
Melupakan target inti vaksinasi

Musim apakah ini?
Setiap malam kami dikejar-kejar kecemasan
Teror Covid, tentara, polisi, satpol PP, pak PLT, walikota bersliweran dimana mana.
Perkumpulan kreatif di bubarkan
Sedang di meja kopi slot perjudian di putarkan.
Razia dan denda bertebaran,
Gemuruhnya sampai ke pelosok negeri
Merampas silaturahmi persaudaraan

Doa-doa dipanjatkan ke langit
Tapi melorot lagi ke bumi

Tuan, vaksin dulu otak mu agar lebih peduli
Efikasi vaksin tak lebih dari sekedar bisnis kelas tinggi
Sedang buruh, petani dan nelayan hanya menelan ludah sendiri

Tuan, Berapa harga yang perlu dibayar
Untuk keluar dari jeruji pandemi

Mulut mu melongo.
Mata pura-pura tak melihat
Kuping sengaja tak mau mendengar.
Nurani mendadak tumpul

Musim apakah ini?
Logika kami terbalik-balik ketakutan
Peraturan rancu di tetap kan
Ocehan orang semakin tajam
Pujian para pejabat diberitakan
Demi kepentingan mencalonkan diri tahun depan

Rupa nya, kawan.
Jaminan kesehatan tergenggam di tangan bajingan.
Ya menjadi tidak. Tidak menjadi ya!
Tiba-tiba kita curiga dan tidak percaya pada segala hal.

Kemudian bising berputar di jantung
Orasi: suaranya membutakan telinga,
Menyaingi simfoni merdu para perkutut dan kenari

Tivi, koran dan majalah
Menabur berita bohongnya lagi.

Setiap banyolan digantikan oleh prestasi tak berarti
Lalu sebotol vaksin pasi menyaksikan lobi kelas tinggi.

Tuan, vaksin dulu otak mu agar kokoh berdiri.

Banda Aceh, 9 Mei 2021


Salam,

20210505_015725_0000.png

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!
STEEMKR.COM IS SPONSORED BY
ADVERTISEMENT
Sort Order:  trending

Terlepas dari kegilaan pejabat dan kekacauan vaksinasi, Kebijakan yang bertolak belakang antara melindungi dan memaksa bisnis berjalan. Pandemi corona memang ada dan tidak main2 akibatnya.

Dua keponakan ku kena covid, satu sdh Almarhum, satunya sdg berjuang bertahan di ICU.

Kita Baru ribut kalau Kita Sudah jadi korban, Dan begitu lah kelakuan pejabat sejak dulu.

·

Nah, itu dia kak. Yang aku coba bedah dalam puisi ini adalah kebijakan nya yang rancu. "Logika di balik-balik ketakutan"
Semua terlihat tak lebih dari sekedar bisnis.

Jaminan kesehatan tergenggam di tangan "badjingan"

·
·

Kalau Kita debat pendukungnya, Kita yang senewen 😂 akhirnya Kita tunggu aja logika mereka jadi bumerang. Tapi, sungguh aku berharap sesuatu yg berbeda...misal begini, orang tak mau Berbelanja, tak kemana-mana, yg ada cuma permintaan tolong antar bantuan ke rumah. Apa lagi yg mau mereka bikin?🤣 Warganya berlagak paranoid gitu dah

·

Btw, semoga diberi kesembuhan untuklk keponakan nya, kakak.

·
·

Aamiin, terima kasih... Keponakanku umurnya 46 tahun😁 sering keluar daerah utk kerja