Mypodroom Bandung, New Hostel Minimalis Type

4개월 전

Note: pernah diulas/review di grup backpacker nusantara.


Sumber: foto pribadi (lobi, ruang makan, santai, dan nonton)

Hotel bintang lima tentu saja untuk masalah fasilitas selalu yang terbaik. Managemen bahkan berlomba-lomba meningkatkan kinerja terbaiknya demi meraup banyak keuntungan dari pelanggan yang tertarik dengan fasilitas yang diberikan. Setimpal dengan harga yang harus dikeluarkan. Saya bahkan pernah mendapatkan kamar hotel seharga kurleb 75 ringgit di Jakarta, hotel best western. Gilak ngga tuh! Nanti Saya review...


Sumber: foto pribadi (breakfast roti, kopi dan teh tersedia free)

Tapi untuk saya pribadi, jika saya memilih hotel tentu karena iseng saja. Bukan sebagai kebutuhan atau keharusan dalam setiap perjalanan saya. Untuk apa saya membayar hotel mahal ketika sedang traveling? Ketika saya hanya menggunakannya untuk tidur karena keseluruhan waktu saya selain tidur sedang jalan, eksplor suatu kota, sejarah dan pernak-pernik kehidupannya. Ketika seluruh perjalanan yang saya lakukan sendirian. Tentu sangat tidak menyenangkan...


Sumber: foto pribadi

Berbeda jika saya memilih hostel, interaksi bertemu dengan orang-orang tidak hanya pada saat breakfast. Tapi orang lalu lalang dalam dorm itu sendiri. Kami kadang hanya sekadar bertanya berasal dari negara mana misal. Kadang kami bisa bertemu di lobi. Melihat yang sedang main bilyar, mendengarkan apa yang mereka bicarakan. Pas jika kebetulan mendapatkan rejeki anak solehah (Hehehe...) saya bisa bertemu orang Indonesia yang asik diajak ngobrol atau bahkan jalan bareng. Berkah untuk share cost, seperti di Phnom Penh kemarin.


Sumber: foto pribadi

Kadang saya juga masih terkejut jika ada orang Indonesia ada di hostel. Sangat sedikit traveling mereka menggunakan hostel. Kebanyakan hotel atau apartement dari airbnb. Kebalikan dengan saya, jika bukan apartment milik saya sendiri, tinggal sendiri rasa kesunyian sangat menggerogoti imajinasi liar saya. Kalau sudah begitu, saya tidak akan tidur sampai pagi.


Sumber: foto pribadi

Lebih menyenangkan lagi jika hostel itu memiliki dapur umum minimalis seperti Jepang. Surga bagi pecinta micin, masak indomieeeeeeeee!!! Ya, bukan soal ngiritnya, tapi micin Indonesia yang paling super itu sulit di dapatkan di negara yang pernah saya datangi, terutama Jepang (mie kurang asin) Hehehe... Tambah lagi jika ada laundry dan ruang terbuka di atas untuk jemur. Duh dikasih lebih dari seminggu pun saya mau. Saya bisa duduk-duduk menikmati udara pagi hari. Atau sore berharap ada sunset nyasar dari atap.


Sumber: foto pribadi (tersedia locker di masing-masing lantai)

Di beberapa tempat ada hostel yang menyelenggarakan cooking class gratis atau berbayar. Bersepeda ramai-ramai keliling kota gratis dengan s&k yang sudah ditentukan. Saya Kadang sengaja membawa buku dari Indonesia untuk disimpan di rak buku lobi hostel. Buku-buku yang sering saya lihat berasal dari banyak negara.


Sumber: foto pribadi

Ekspektasi seperti Itulah yang saya harapkan dari hostel yang ada di Indonesia. Beberapa ada yang memiliki hostel dengan gaya minimalis dan bersih seperti di luar negri. Ketika saya sedang di Jakarta, saya pernah mencoba hostel di daerah Jakarta Kota, Glodok dan area ruko-ruko di Stasiun Kota. Ada juga di Bandung seperti di apartement dekat simpang lima. Tentu bisnis hostel ini bukan sekadar main-main dan asal buat. Karena yang sering saya lihat jika hanya sekadar asal hostel keadaannya semakin lama akan ada review kotor dan banyak hal yang tidak memuaskan.


Sumber: foto pribadi

Mypodroom ini hostel kedua setelah sebelumnya saya membatalkan hotel type reddors yang pelayanannya tidak memuaskan. Kekecewaan saya pada staf front office membuat saya batal menginap di hotel daerah buah batu. Padahal hotel itu sistem no refundable dan otomatis terpotong ke kartu kredit. Hotel yang tidak akan pernah saya pertimbangkan lagi. Mengalahkan Keramahan staf sebuah hostel dan saya bahkan hanya menginap sehari di Mypodroom dengan harga kurleb 75.000 rupiah atau sekitar 5usd. Ya, seharga itu jika di Kamboja saya mendapatkan dua malam. Hehehe...


Sumber: foto pribadi

Mypodroom ini baru buka beberapa bulan yang lalu. Saat saya memutuskan menginap di sini memang agak lama berpikir. Sebelumnya tidak ada dan saya hapal hostel-hostel lama, yang lokasi strategis atau yang murah. Memang, Bandung masih di dominasi kelas motel rasa melati yang disulap jadi hotel reddors.


Sumber: foto pribadi

Mypodroom ini bangunan baru, segala halnya baru dan masih licin. Kamar mandi pun belum bau seperti layaknya. Pewangi masih bertebaran di tiap ruangan. Wi-Fi kencang dan AC dingin seperti di Jepang. Kebersihan dan kerapihan juga bisa diandalkan. Saya nyaman ketika di dalam dorm type pod ini. Sekat-sekat permanen dan tutup gorden untuk privasi sangat kokoh.


Sumber: foto pribadi

Jika datang dengan rombongan bisa pesan tour untuk ke destinasi wisata menuju wilayah lembang, pangalengan atau daerah kawah putih dekat kebun teh Walini. Pemesanan tour ini di sisi hostel masih satu gedung. Dari luar akan tampak seperti ruko biasa.


Sumber: foto pribadi

Lokasi yang jadi andalan utama hostel ini. Berada di tengah kota dan bagi saya jalan kaki ke Mesjid Raya Bandung hanya setengah kilometer. Ke Braga hanya sekitar satu kilo meter kurang, karena ada jalan motong terdekat ke arah gedung merdeka. Jika malam minggu ada pameran kuliner di seputaran Braga ke arah gedung merdeka. Lokasi yang terjangkau oleh angkutan umum ke banyak tempat. Ada bus kota dengan tarif yang lebih murah. Bagi turis/wisatawan ada bus keliling Kota, free. Pusat grosir pasar kembang surganya barang KW ada di dekat Mesjid Raya Bandung. Pusat jam tangan, pas dan sandal sepatu. Kuliner murah di sekitaran hostel banyak bertebaran.


Sumber: foto pribadi

Saya yakin tinggal di hostel ini tidak akan membosankan. Apalagi jangkauan ojek online seperti gojek dan grab menjadi primadona pengguna di Bandung yang jenuh dengan kemacetan. Jangan heran jika mereka akan dengan berani ngebut di tengah-tengah kemacetan atau keluar masuk gang bahkan naik ke trotoar demi menghindari macet.


Sumber: foto pribadi

Saya kadang masih menggunakan hostel jika baru sampai dari luar negri. Membereskan urusan jastip sampai terkirim ke pemesan dan menghilangkan barang bukti baru pulang "ngelayap" adalah rutinitas saya. Karena bagi saya, pulang ke rumah adalah saya yang setiap harinya dilihat keluarga. Saya yang lain adalah 'passion'.

http://www.booking.com/Share-3x9hjpU

Posted using Partiko Android

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!
STEEMKR.COM IS SPONSORED BY
ADVERTISEMENT
Sort Order:  trending

Kami upvote dan resteem ke ribuan follower yaa.. :-] Trims sudah memvoting @puncakbukit sebagai witness dan kurator anda.

Top managemen, masukan buat saya @najmifajar.

Salam kenal dari dataran tinggi Gayo.

·

Oh iya siap! Salam kenal dari jawa barat dan sekitarnya.

Posted using Partiko Android

Salam kenal geulis, walaupun oleh-oleh dari saya belum banyak isinya, tapi percayalah saya memberinya dengan ikhlas sebagai penyambung silaturrahmi, sambil berharap suatu saat nanti dompet saya banyak isinya, biar terlihat hasilnya. Trmakasih @ristianti

·

Terima kasih ya.

Posted using Partiko Android