Know the Tribe in Aceh in depth(Bilingual)

3년 전

suku aceh hj.jpg
[source]

The province of Aceh is located at the northern tip of Sumatra island with its westernmost location in Indonesia. Formerly the sultanate of Aceh is the richest country, the strongest and prosperous in Malacca Strait.

In Aceh province has different ethnic groups and with different customs that occupy in various districts in Aceh.

The Aceh tribe has a long history of the glory of an Islamic kingdom until the struggle over the colonial conquest of the Dutch East Indies.

Aceh tribe

is a tribal name that inhabits the northern tip of Sumatra. They are Muslims. The language spoken by them is the Acehnese language that is still related to the Khmer Mon language (Champa region). The Aceh language is part of the western Malay-Polynesian language, a branch of the Austronesian language.

Many of the Acehnese cultures of Indian Hindu culture, where the language of aceh many Sanskrit language. Aceh tribe is the tribe in Indonesia who first embraced Islam and established the Islamic kingdom.
The majority of Acehnese people work as farmers, fishermen and miners.

suku-aceh.jpg
[source]
Gayo tribe

Gayo tribe is a nation that mediami Gayo highlands in Aceh.
This tribe is in majority in central Aceh, Bener Meriah, Gayo lues and there are also three subdistricts in east Aceh, the sub-district of Serbe Jadi, Peunaron and Simpang Jernih.

Gayo tribe is also a religion of Islam and they are known to be obedient in their religion, and the Gayo tribe uses a language called Gayo language.

busanaGayo.jpg
[source]
Aneuk Jamee tribe
The Aneuk Jamee tribe is scattered along the western and southern coast of Aceh. In terms of language, it is still considered a dialect of the Minangkabau language. However, due to the long-term influence of the process of cultural assimilation, most of the Aneuk Jamee tribe, especially the mediami area dominated by the Aceh tribe, the Aneuk Jamee language is spoken among the elderly and it is generally more common to use the language of Aceh as a social language daily.

The origin of the origin of the mention of '' Aneuk Jamee '' allegedly popularized by local Aceh tribe, as a manifestation of the nature of the openness of the Acehnese in glorifying the Minangkabau Yyang came from his ancestral land which was then under the grip of Dutch colonizers. Harrily, the term Aneuk Jmee from the Acehnese language means '' guest child ''

Singkil tribe

The Singkil tribe is a tribe located in Aceh Singkil district and Subussalam city in Aceh province
the position of the Singkil tribe is still debated, whether included in the tribe pakpak suak Boang or stand alone as a separate tribe separate from the tribe Pakpak.

Alas tribe

Alas tribe is one of the tribes who live in Southeast Aceh District, Aceh Province (which is also commonly called Tanah Alas). The word "base" in Alas means "mat". This has something to do with the condition of the area that stretches flat like a mat on the sidelines of Bukit Barisan. Tanah Alas area through many rivers, one of them is Lawe Alas (Alas River).

Most Alas tribes live in rural areas and live on farms and farms. Tanah Alas is a rice granary for Aceh. But besides that they also garden rubber, coffee, and candlenuts, and look for various forest products, such as wood, rattan, resin and incense. While the animals they cultivate are horses, goats, buffalo, and cows.

Alas village or village called kute. A kute is usually inhabited by one or several clans, called a merge. Members of one merge are from one common ancestor. Their family life pattern is unity and unity. They draw a patrilineal lineage, meaning male lineage. They also embraced
custom eksogami merge, meaning that the soul mate should be sought in other merge

Tamiang Tribe

The main population of Aceh Tamiang district is Malay or more commonly called Tamiang Malay.

They have the same dialect and language with the Malay community living in Langkat district, North Sumatra and different from the people of Aceh. Yet they have for centuries been part of Aceh.
In terms of culture, they are also similar to other east coastal communities of Sumatra.

Kluet tribe

The Kluet tribe is a tribe that inhabits several sub-districts in the district of South Aceh, namely North Kluet, Kluet Selatan, Kluet Tengah, and Kluet Timur subdistricts.

Devayan tribe

The tribe of Devayan is a tribe that inhabits Simeulue Island. This tribe inhabits Teupah Barat district, East Simeulue, Central Simeulue, Teupah Selatan and Teluk Dalam.

Tribe Sigulai

Sigulai tribe is a tribe that inhabits the northern island of Simeulue. This tribe is located in the district of West Simeulue, Alafan and Salang.

Tribe Batak Pakpak

Pakpak tribes also live in the Aceh region, especially in Aceh Singkil district and Sabulusalam city called Pakpak Boang.

Pakpak tribe who live in Pakpak Bharat is Pakpak Simsim, while those living in Sidikalang and surrounding areas are Pakpak Keppas and who live in the surrounding Sumbul is Pakpak Pegagan.

Pakpak tribe inhabit the North, Northwest of Lake Toba to the border of North Sumatra with the province of Aceh (south).

The Pakpak tribe probably derived from the descendants of the royal army of Chola in India who attacked the kingdom of Srivijaya in the 11th century AD.

The Haloban tribe

Haloban tribe is a tribe located in the district of Aceh Singkil, precisely in the district Pulau Banyak. Kecamatan Pulau Banyak is a district consisting of 7 villages with subdistrict capital located in Balai Island village.

Lekon tribe

Lekon tribe is a tribe in Alafan district, Simeulue in Aceh province. The tribe is located in the villages of Lafakha and and Langi.

#INDONESIA

[sumber]

Mengenal Suku di Aceh Secara Mendalam

DQmV2dWHoHYt6RbhsDvFGmTWVpdZTbJjKMtVq6PCqj7QvSK_1680x8400.jpeg

Provinsi Aceh terletak di ujung utara pulau Sumatra dengan lokasi paling barat di Indonesia. Dahulunya kesultanan Aceh adalah negara terkaya, yang terkuat dan sejahtera di Selat Malaka.

Di provinsi Aceh memiliki kelompok etnis yang berbeda dan dengan kebiasaan berbeda yang menempati di berbagai kabupaten di Aceh.

Suku Aceh memiliki sejarah panjang tentang kejayaan kerajaan Islam sampai perjuangan penaklukan kolonial Hindia Belanda.

Suku Aceh
adalah nama kesukuan yang mendiami ujung utara Sumatera. Mereka adalah Muslim. Bahasa yang diucapkan oleh mereka adalah bahasa Aceh yang masih terkait dengan bahasa Khmer Mon (wilayah Champa). Bahasa Aceh adalah bagian dari bahasa Melayu-Polinesia barat, cabang bahasa Austronesia.

Banyak budaya Aceh dari budaya Hindu India, di mana bahasa aceh banyak bahasa Sanskerta. Suku Aceh adalah suku di Indonesia yang pertama kali memeluk Islam dan mendirikan kerajaan Islam.
Mayoritas masyarakat Aceh bekerja sebagai petani, nelayan, dan penambang.

Suku Gayo

Suku Gayo adalah bangsa yang menengahi dataran tinggi Gayo di Aceh.
Suku ini mayoritas di Aceh tengah, Bener Meriah, Gayo lues dan ada juga tiga kecamatan di Aceh timur, kecamatan Serbe Jadi, Peunaron dan Simpang Jernih.

Suku Gayo juga merupakan agama Islam dan mereka dikenal patuh dalam agama mereka, dan suku Gayo menggunakan bahasa yang disebut bahasa Gayo.

DQmPcuhuZKbyNw2797NnTT4d1i7SdrWTV7xEALWCZbouYZs_1680x8400.jpeg

Suku Aneuk Jamee
Suku Aneuk Jamee tersebar di sepanjang pantai barat dan selatan Aceh. Dalam hal bahasa, masih dianggap sebagai dialek bahasa Minangkabau. Namun, karena pengaruh jangka panjang dari proses asimilasi budaya, sebagian besar suku Aneuk Jamee, terutama daerah mediami yang didominasi oleh suku Aceh, bahasa Aneuk Jamee diucapkan di kalangan orang tua dan umumnya lebih umum digunakan bahasa Aceh sebagai bahasa sosial sehari-hari.

Asal muasal penyebutan '' Aneuk Jamee '' yang diduga dipopulerkan oleh suku Aceh lokal, sebagai manifestasi dari sifat keterbukaan orang Aceh dalam memuliakan Minangkabau Yyang datang dari tanah leluhurnya yang saat itu di bawah cengkeraman. penjajah Belanda. Harly, istilah Aneuk Jmee dari bahasa Aceh berarti '' anak tamu ''

DQmViU52gMo26SApjwWNcWLj3kB721pTio3meLBXj28WVaW.jpeg

Suku Singkil

Suku Singkil adalah suku yang terletak di kabupaten Aceh Singkil dan kota Subussalam di provinsi Aceh
posisi suku Singkil masih diperdebatkan, apakah termasuk dalam suku pakpak suak boang atau berdiri sendiri sebagai suku tersendiri yang terpisah dari suku Pakpak.

suku las

Suku Alas adalah salah satu suku yang tinggal di Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh (yang juga biasa disebut Tanah Alas). Kata "dasar" di Alas berarti "mat". Ini ada hubungannya dengan kondisi daerah yang membentang datar seperti tikar di sela-sela Bukit Barisan. Tanah Alas melalui banyak sungai, salah satunya adalah Lawe Alas (Sungai Alas).

Sebagian besar suku Alas hidup di daerah pedesaan dan hidup di pertanian dan pertanian. Tanah Alas adalah lumbung padi untuk Aceh. Tapi selain itu mereka juga kebun karet, kopi, dan kemiri, dan mencari berbagai hasil hutan, seperti kayu, rotan, damar dan dupa. Sedangkan hewan yang mereka olah adalah kuda, kambing, kerbau, dan sapi.

Alas desa atau desa disebut kute. Sebuah kute biasanya dihuni oleh satu atau beberapa klan, yang disebut gabungan. Anggota satu penggabungan berasal dari satu nenek moyang yang sama. Pola hidup keluarga mereka adalah persatuan dan kesatuan. Mereka menggambar garis keturunan patrilineal, yang berarti garis keturunan laki-laki. Mereka juga berpelukan
eksogami kustom bergabung, yang berarti bahwa jodoh harus dicari di gabungan lainnya

Suku Tamiang

Populasi utama kabupaten Aceh Tamiang adalah Melayu atau lebih sering disebut Melayu Tamiang.

Mereka memiliki dialek dan bahasa yang sama dengan komunitas Melayu yang tinggal di kabupaten Langkat, Sumatera Utara dan berbeda dari orang-orang Aceh. Namun mereka telah berabad-abad menjadi bagian dari Aceh.
Dari segi budaya, mereka juga mirip dengan masyarakat pesisir timur Sumatera lainnya.

Suku Kluet

Suku Kluet adalah suku yang mendiami beberapa kecamatan di kabupaten Aceh Selatan, yaitu Kluet Utara, Kluet Selatan, Kluet Tengah, dan kecamatan Kluet Timur.

Suku Devayan

Suku Devayan adalah suku yang mendiami Pulau Simeulue. Suku ini mendiami kabupaten Teupah Barat, Simeulue Timur, Simeulue Tengah, Teupah Selatan dan Teluk Dalam.

Suku Sigulai

Suku Sigulai adalah suku yang mendiami pulau utara Simeulue. Suku ini terletak di distrik Simeulue Barat, Alafan dan Salang.

Suku Batak Pakpak

Suku Pakpak juga tinggal di wilayah Aceh, terutama di kabupaten Aceh Singkil dan kota Sabulusalam disebut Pakpak Boang.

Suku Pakpak yang tinggal di Pakpak Bharat adalah Pakpak Simsim, sedangkan mereka yang tinggal di Sidikalang dan sekitarnya adalah Pakpak Keppas dan yang tinggal di sekitar Sumbul adalah Pakpak Pegagan.

Suku Pakpak mendiami Utara, Barat Laut Danau Toba ke perbatasan Sumatera Utara dengan provinsi Aceh (selatan).

Suku Pakpak mungkin berasal dari keturunan tentara kerajaan Chola di India yang menyerang kerajaan Sriwijaya pada abad ke-11.

Suku Haloban

Suku Haloban adalah suku yang terletak di kabupaten Aceh Singkil, tepatnya di kabupaten Pulau Banyak. Kecamatan Pulau Banyak adalah sebuah kabupaten yang terdiri dari 7 desa dengan ibukota kecamatan yang terletak di desa Pulau Balai.

Suku Lekon

Suku Lekon adalah suku di distrik Alafan, Simeulue di provinsi Aceh. Suku ini terletak di desa Lafakha dan dan Langi.

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!
STEEMKR.COM IS SPONSORED BY
ADVERTISEMENT