Kehidupan di afrika barat

작년

image

Inilah salah satu sudut Accra, Ghana, Afrika Barat. Mercusuar di James Town adalah saksi bagaimana negeri itu menyimpan sejarah kolonial. Tanah di sepanjang pantai James Town dulu dibagi oleh Belanda dan Inggris. Keduanya jadi penguasa. Rumah-rumah dibangun dengan dua model, dan dengan mudah kita kenali mana Belanda dan mana buatan Inggris.

“Rumah buatan Inggris punya balkon, sedang Belanda tidak,” ujar rekan saya warga Accra. Belanda, kata dia, tak mau bergaul dengan rakyat, karena itu mereka tak butuh balkon. Inggris berbeda, mereka lebih membaur.

image

Tapi apapun, Ghana tetap dalam cengkeraman kolonial. Manusia Afrika melawan, juga demikian alamnya, tak ramah buat kaum penjajah. “Bangsa Eropa itu dulu datang dengan teknologi maritim dan persenjataan yang hebat. Mereka punya meriam dahsyat. Tapi tanah Afrika cukup mengirim beberapa ekor nyamuk. Dan mereka bergelimpangan tewas karena malaria”, ujar rekan saya itu. Cerita hiburan khas anak negeri jajahan 🙂

“Kamu dari Indonesia? Saya ingat Soekarno dan gagasan Non-Blok. Konferensi Asia-Afrika itu luar biasa pada zamannya,” dia menambahkan. Ghana punya pemimpin dengan gagasan dan gaya mirip Bung Karno, namanya Kwame Nkrumah, seorang progresif dan tentu saja anti kolonialisme. Pada zamannya dia menggelorakan Ghana sebagai Black Star, bintang hitam di Afrika.

image

Rekan saya terus bercerita bagaimana negeri mereka merdeka dan apa yang terjadi saat Nkrumah dikudeta oleh militer dan polisi. Saya menyimaknya, sambil merasa takjub karena baru saja menginjakkan kaki di tanah Afrika. Lengkap sudah berjalan di lima benua. Alhamdulillah.

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!
STEEMKR.COM IS SPONSORED BY
ADVERTISEMENT